Surabaya (beritajatim.com) – Persita Tangerang membidik kemenangan saat menjamu Arema FC dalam lanjutan pekan ke-27 Super League 2025/2026. Duel ini akan berlangsung di Banten International Stadium pada Jumat (10/4/2026 ) malam pukul 19.00 WIB.
Laga ini menjadi momentum kebangkitan bagi Pendekar Cisadane setelah gagal membawa pulang poin dari markas Persebaya Surabaya pada pekan sebelumnya. Dalam pertandingan tersebut, Persita harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 0-1.
Menghadapi Arema FC, kondisi skuad Persita dilaporkan dalam keadaan siap tempur. Gelandang Bae Sin-Yeong yang sempat absen akibat cedera kini sudah kembali masuk dalam daftar pemain dan berpeluang tampil.
Pelatih Persita, Carlos Pena tetap optimistis timnya mampu bersaing di papan atas klasemen hingga akhir musim. Ia menilai performa Pendekar Cisadane menunjukkan tren positif, terutama dalam hal keseimbangan antara penguasaan bola dan serangan balik cepat.
“Bagi banyak tim di liga situasi ini tentu tak mudah, karena hanya ada dua tim yang akan bermain di kompetisi Asia,” ujar Pena.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat persaingan semakin ketat dan menuntut konsistensi tinggi dari setiap tim.
“Kami memiliki target untuk dicapai musim ini. Kami juga masih dekat dengan posisi empat besar dan ingin memecahkan rekor poin terbanyak klub,” lanjutnya.
Dengan delapan pertandingan tersisa, Persita kini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 41 poin. Kemenangan atas Arema FC menjadi krusial untuk menjaga asa finis di empat besar.
Di sisi lain, Arema FC datang dengan membawa semangat baru usai mendapatkan kembali sejumlah pemain asing yang sebelumnya absen. Nama-nama seperti Dalberto Luan Belo, Matheus Blade, Betinho Filho, dan Joel Vinicius dipastikan siap memperkuat tim.
Sebelumnya, Arema sempat tampil pincang saat bermain imbang 1-1 melawan Malut United karena kehilangan enam pemain asing sekaligus. Meski demikian, kondisi tersebut justru membuka kesempatan bagi pemain lokal untuk menunjukkan kualitasnya.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos mengapresiasi kontribusi para pemain lokal yang mampu tampil solid dalam situasi sulit.
“Saya bangga. Saya memberikan kesempatan kepada semua pemain tanpa membedakan pemain asing atau lokal,” kata Marcos Santos.
Ia menegaskan bahwa penilaian utama tetap pada performa di lapangan, bukan status pemain.
“Dalam sepak bola, tidak ada perbedaan antara pemain asing dan lokal. Siapa yang terbaik, dia yang bermain,” tegasnya.
Saat ini, Arema FC masih tertahan di posisi kesebelas klasemen dengan 32 poin dari 26 pertandingan. Dalam lima laga terakhir tanpa kemenangan, tim bertekad bangkit dan memaksimalkan sisa pertandingan musim ini.
“Kami harus finis di posisi yang lebih baik untuk menghormati nama Arema dan membanggakan Aremania,” ujar Marcos.
Secara head to head, Persita dan Arema FC memiliki catatan yang cukup berimbang. Dalam tujuh pertemuan terakhir, masing-masing tim meraih tiga kemenangan, sementara satu laga berakhir imbang.
Pada pertemuan pertama musim ini di Stadion Kanjuruhan pada 30 Desember 2025 lalu, Persita sukses mencuri kemenangan 1-0 meski bermain dengan sepuluh pemain. (faw/aje)






