Surabaya (beritajatim.com) – Laga pekan ke-31 Super League 2025/2026 yang mempertemukan Persik Kediri dan Arema FC dipastikan berlangsung dengan tensi tinggi. Pertandingan ini digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik pada Minggu (3/5/2026).
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina menegaskan bahwa laga ini memiliki arti penting yang jauh melampaui sekadar perebutan tiga poin. Menurutnya, kemenangan menjadi target wajib demi kepentingan tim, kota, hingga para pendukung yang tetap memberikan dukungan meski tidak bisa hadir langsung di stadion.
“Ini partai sangat penting. Penting bagi tim untuk meraih tiga poin. Penting bagi Kota Kediri. Kemenangan nanti juga ditunggu suporter yang mendukung dari rumah karena mereka tak bisa datang ke stadion,” ujar Marcos Reina.
Persik Kediri saat ini masih berjuang mengamankan posisi di klasemen. Hingga pekan ke-30, skuad Macan Putih berada di peringkat ke-12 dengan koleksi 33 poin. Tambahan kemenangan menjadi krusial untuk menjauh dari zona bawah dan memastikan posisi aman dari ancaman degradasi.
Reina juga menegaskan bahwa timnya masih memiliki ambisi untuk menutup musim dengan hasil sebaik mungkin.
“Kami akan terus berusaha mendapatkan poin sebanyak mungkin pada empat pertandingan tersisa. Kami ingin finis di peringkat terbaik musim ini,” tambahnya.
Pertemuan pertama kedua tim di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang berakhir dengan kekalahan Persik Kediri 1-2. Saat itu, Supriadi menjadi sorotan setelah mencetak satu gol ke gawang Arema FC, namun juga mencatatkan gol bunuh diri yang merugikan timnya. Sementara gol kemenangan Arema dicetak Ian Lucas Puleio Araya di menit-menit akhir.
“Pertemuan pertama, kami bermain sangat bagus. Kami punya peluang mendapatkan poin di Malang. Tapi kami lupakan hasil mengecewakan itu. Kali ini kami harus benar-benar meraih tiga poin untuk membayar utang kepada suporter,” tegas Reina.
Di sisi lain, Arema FC datang dengan misi bangkit setelah kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya. Meski waktu persiapan terbatas, pelatih Marcos Santos memastikan timnya sudah siap secara teknis dan mental menghadapi laga sarat tekanan ini.
“Persiapan kami untuk pertandingan berjalan dengan baik. Kami melakukan persiapan yang bagus, dan kami juga harus memotivasi serta menggerakkan para pemain,” ujar pelatih asal Brasil tersebut.
Meski posisi Arema FC di klasemen relatif lebih aman dengan koleksi 39 poin di peringkat ke-10, Santos menolak anggapan bahwa timnya akan bermain tanpa motivasi tinggi. Ia menegaskan bahwa profesionalisme tetap menjadi tuntutan utama hingga akhir musim.
“Para pemain adalah atlet profesional, mereka dibayar untuk memberikan yang terbaik bagi Arema. Kami terus menuntut sikap tersebut di akhir musim ini karena kami masih punya peluang untuk naik di klasemen,” ujarnya.
Marcos Santos juga menekankan bahwa laga melawan Persik bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal harga diri tim. Ia tidak ingin performa buruk seperti saat melawan Persebaya kembali terulang.
“Saya tidak akan membiarkan dalam empat pertandingan terakhir kami menunjukkan sikap yang sama seperti saat melawan Persebaya,” tegasnya. (faw/but)






