Surabaya (beritajatim.com) – Derby Jawa Timur antara Arema FC dan Persik Kediri pada pekan ketiga Super League 2026/2027 bakal menjadi duel adu strategi. Arema FC fokus memperbaiki penyelesaian akhir, sedangkan Persik Kediri sibuk membaca perubahan karakter permainan Singo Edan.
Pertandingan kedua tim akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2026). Arema FC datang dengan pekerjaan rumah di lini depan setelah hanya membawa pulang hasil imbang 3-3 dari markas PSM Makassar pada pertandingan sebelumnya.
Pelatih Arema FC Marcos Santos menilai, timnya seharusnya bisa mengamankan kemenangan pada laga tersebut. Singo Edan mencatat tujuh tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran. Namun, hanya tiga peluang yang berhasil dikonversi menjadi gol.
Marcos bahkan melihat masih ada peluang tambahan yang seharusnya bisa dimaksimalkan. “Seharusnya di laga lalu (lawan PSM) kami bisa memenangkan pertandingan dengan perolehan gol keempat atau bahkan lebih,” ujar Marcos.
Menurutnya, setidaknya terdapat dua peluang emas pada menit-menit akhir yang gagal dimanfaatkan. Situasi tersebut membuat Arema harus puas membawa pulang satu poin.
Bagi Marcos Santos, kegagalan memanfaatkan peluang tidak boleh kembali terjadi ketika menghadapi Persik. Laga derby dengan persaingan ketat membutuhkan efektivitas di depan gawang karena setiap peluang bisa menentukan hasil akhir.
Karena itu, Arema akan melakukan evaluasi terhadap proses pengambilan keputusan pemain ketika mendapatkan kesempatan mencetak gol. Tim pelatih juga akan memperbanyak simulasi situasi di kotak penalti selama latihan.
Skenario tersebut diharapkan bisa meningkatkan insting Gabriel Silva dan kawan-kawan sekaligus membuat pemain lebih tenang dalam menentukan pilihan ketika berada di area berbahaya.
“Dengan memanfaatkan peluang yang ada kami bisa sesegera mungkin mengakhiri pertandingan dengan kemenangan. Harapannya kami bisa memperbaiki hal itu di pertandingan mendatang (melawan Persik Kediri),” kata Marcos.
Di kubu Persik Kediri, tim pelatih juga melakukan persiapan khusus. Pelatih Persik Marcos Reina menilai Arema FC musim ini masih diperkuat sejumlah pemain yang sudah mereka hadapi pada musim sebelumnya.
Namun, ada perubahan penting dalam cara Singo Edan membangun serangan. Marcos Reina melihat Arema FC kini tidak terlalu mengandalkan penyerang tengah murni dengan karakter nomor sembilan seperti ketika masih memiliki Dalberto Luan Duran dan Joel Vinicius.
Sebaliknya, skema Marcos Santos membuat pemain di lini depan bergerak lebih dinamis. Gelandang, winger, maupun pemain depan dapat terlibat dalam proses menyerang sehingga pola permainan Arema menjadi lebih cair.
“Saat ini mereka tidak bermain memakai striker murni nomor sembilan. Ini berbeda dari musim lalu waktu masih ada Dalberto atau Joel Vinicius. Arema FC memiliki pemain yang lebih agresif dalam menyerang. Midfielder, winger, hingga striker Arema FC sangat dinamis, seperti Jhon Alfaridzi, Careca, Gustavo Franca, dan Marcos Vinicius,” kata Marcos Reina.
Perubahan tersebut menjadi salah satu perhatian Persik dalam menyusun strategi. Pergerakan pemain Arema yang tidak terpaku pada satu posisi membuat lini pertahanan Macan Putih harus mampu membaca rotasi lawan dengan baik.
Meski begitu, Marcos Reina mengaku Persik sudah memiliki gambaran untuk menghadapi kekuatan Arema. Ia akan memanfaatkan rekaman pertandingan sebagai bahan analisis sebelum menentukan rencana permainan.
Selain pola permainan, Persik juga memperhatikan keberadaan sejumlah pemain Arema yang sudah mereka kenal dari musim sebelumnya. Beberapa di antaranya adalah Betinho, Matheus Blade, Diego Landis, dan Julian Guevara. Arema juga memiliki tambahan kekuatan di lini belakang melalui kehadiran Walisson Maia.
“Banyak pemain yang sama tahun lalu. Faktor ini jadi analisa saya untuk membuat taktik jitu melawan Arema FC. Ini akan menjadi pertandingan ketat dan tak mudah,” tutur Marcos Reina.
Tim pelatih Persik selanjutnya akan melakukan analisis lebih mendalam melalui rekaman pertandingan Arema FC. Hasil pengamatan tersebut akan menjadi dasar penyusunan game plan untuk derby di Kanjuruhan.
“Kami akan melihat video, membuat analisis, game plan, dan mulai fokus bersiap menghadapi mereka,” pungkas Marcos Reina. [faw/suf]






