Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem berupa hujan petir yang diprediksi akan mengguyur wilayah Malang Raya secara merata pada Rabu (28/1/2026).
Masyarakat di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan perlengkapan hujan guna mengantisipasi perubahan cuaca drastis mulai siang hari. Meskipun pada pagi hari kondisi langit terpantau kondusif dengan cuaca berawan, intensitas hujan diprediksi akan meningkat tajam saat memasuki pukul 13.00 WIB.
Di wilayah Kota Malang, hujan lebat diperkirakan akan mengguyur seluruh kecamatan meliputi Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun secara serentak hingga pukul 16.00 WIB. Setelah melewati pukul 17.00 WIB, kondisi atmosfer diprakirakan mulai mereda sehingga cuaca kembali berawan hingga memasuki waktu malam.
Kondisi yang lebih ekstrem diprediksi melanda Kabupaten Malang dengan potensi hujan petir yang meluas hampir di seluruh wilayah kecamatan pada durasi pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sebanyak 28 wilayah mulai dari Ampelgading, Karangploso, hingga Donomulyo masuk dalam daftar zona merah yang wajib mewaspadai ancaman petir dan angin kencang.
Wilayah lain yang berpotensi terdampak mencakup Bantur, Bululawang, Dampit, Dau, Gedangan, Gondanglegi, Jabung, Kalipare, Kasembon, Kepanjen, Kromengan, Lawang, Ngajum, Ngantang, dan Pagak. Selain itu, warga di Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Pujon, Singosari, Sumberpucung, Turen, Wagir, serta Wonosari juga diminta tidak melakukan aktivitas luar ruangan saat badai terjadi.
Berbeda dengan wilayah sekitarnya, Kota Batu diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas ringan namun berlangsung dalam durasi yang jauh lebih panjang sejak pukul 09.00 WIB pagi. Guyuran hujan di wilayah Batu, Bumiaji, dan Junrejo tersebut diperkirakan baru akan benar-benar mereda saat hari mulai gelap atau menjelang malam.
Khusus untuk wilayah Kecamatan Bumiaji, BMKG memberikan catatan tambahan terkait potensi munculnya fenomena udara kabur pada pukul 23.00 WIB malam. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh para pengendara yang melintasi jalur dataran tinggi karena dapat memengaruhi jarak pandang di jalan raya.
Memasuki dini hari Kamis (29/1/2026), seluruh wilayah Malang Raya diprakirakan akan kembali stabil dengan cuaca yang didominasi awan tebal. Informasi prakiraan cuaca ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi warga Jawa Timur, khususnya para komuter, untuk merencanakan mobilitas harian dengan lebih aman. [dan/beq]






