Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, memilih hari Tasyriq terakhir, Jumat (23/7/2021), untuk menyembelih hewan kurban.
“Penyembelihan dilaksanakan di beberapa titik oleh anggota Fraksi PPP di beberapa daerah pemilihan supaya tidak terjadi kerumunan. Ini bentuk kepedulian kami, bahwa memanfaatkan momentum Iduladha kami berbagi. Kami ambil momentum penyembelihan pada Jumat, karena ini hari spesial dalam agama,” kata Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq.
Ada tiga ekor sapi dan 15 ekor kambing yang disembelih. “Dagingnya dibagikan kepada masyarakat yang terdampak PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat dan warga yang sedang melakukan isolasi mandiri,” kata Madini.
“Penyembelihan ini diniati ruwat atau rokat tolak bala dengan membaca doa dari kitab karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi berjudul Ar-Rahmatu fi ath-Thib wa al-Hikmah yang mengutip sebuah riwayat hadits dari Rasulullah Muhammad SAW,” kata Madini.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PPP-Jember”]
Menurut Madini, dalam kitab itu dijelaskan, suatu hari ada seorang pria bercerita kepada Rasulullah tentang wabah besar pada zaman Nabi Isa al-Masih. “Wabah itu telah banyak memakan korban hingga lebih dari separuh bangsa (kaum) meninggal dunia di hari pertama terjadinya wabah,” kata pria itu.
“Mendengar penjelasan pria itu, Rasulullah langsung bersujud lalu bermunajat kepada Allah. Beliau berkata: ‘Duhai Tuhan, apakah tragedi ini juga akan menimpa pada umatku?’,” kata Madini.
“Malaikat Jibril turun seketika itu dan berkata: ‘Sesungguhnya Allah menitipkan salam padamu dan Allah memerintahkan agar engkau mengajarkan sebuah doa pada umatmu ditambah dengan membaca Surat al-Ikhlas tujuh kali pada kepala sapi jantan atau hewan ternak lainnya, kemudian sapi atau hewan lain tersebut disembelih dan dagingnya dibagi-bagikan kepada semua orang. Maka barang siapa yang memakan daging sapi itu, Allah akan menyelamatkannya dari segala wabah dan tha’un,” kata Madini.
Madini mengatakan, perlu adanya penyadaran kepada masyarakat tentang bahaya Covid dan cara mengantisipasinya. “Terbukti pendekatan masker, hand sanitizer, dan vaksin menyelesaikan segalanya. Menurut saya, harus ada gerakan doa bersama yang dilakukan dari rumah masing-masing, tapi secara massif dan bersama-sama sesuai agama dan keyakinan masing-masing,” katanya. [wir/kun]






