Ponorogo (beritajatim.com) – Pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah dasar (SD) negeri sudah dimulai pada bulan ini. Dari 580 SD Negeri di Bumi Reog, sekolah yang terpenuhi pagunya sementara hanya satu sekolah, yakni SDN 1 Mangkujayan yang ada di tengah kota.
“Laporan PPDB SD belum masuk semua, untuk sementara yang masuk panitia PPDB Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo, baru SDN 1 Mangkujayan,” kata Sekretaris Panitia PPDB Dindik Kabupaten Ponorogo, Soeran, Senin (27/6/2022).
Banyaknya SD yang belum terpenuhi pagunya sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. Kebanyakan yang kekurangan pagu, sekolah yang berada di pinggiran. Soeran menyebut berdasarkan analis di lapangan ada beberapa penyebab yang terjadi. Yang paling utama, kata Soeran adalah jumlah angka kelahiran yang sangat menurun banyak.
“Rata-rata anak pertama dan orangtuanya pergi bekerja ke luar negeri,” ungkap Soeran.
Selain itu, juga dikarenakan lembaga pendidikan di masing-masing wilayah, seperti di desa maupun perkotaan agak padat. Baik itu lembaga pendidikan dinaungi Dindik maupun Kementerian Agama (Kemenag).
“Jumlah angka kelahiran turun, tetapi lembaga pendidikannya masih banyak. Otomatis, banyak yang kekurangan pagunya,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”ppdb”]
Selama ini Dindik Ponorogo membebaskan masyarakat untuk memilih menyekolahkan anaknya. SD Negeri di Ponorogo, katanya selama ini juga sudah melakukan banyak inovasi. Mulai dari program, baik intern pembelajaran maupun ekstra ataupun dibidang keagamaan.
“Analisis kita ya jumlah penduduk yang usia sekolah tiap tahun turun dan berkurang. Dulu mungkin usia sekolah besar, jadi pemerintah membangun lembaga-lembaga sekolah. Namun, seiring perkembangannya, usia sekolah berkurang dan lembaga pendidikan masih tetap,” katanya. [end/but]






