Surabaya (beritajatim.com) – Setelah dua hari berturut-turut Jawa Timur diguncang aksi demonstrasi yang berujung ricuh hingga merusak sejumlah fasilitas umum, kini muncul gelombang seruan damai dari masyarakat.
Poster-poster digital dengan slogan “Warga Jaga Warga” mulai tersebar luas di berbagai platform media sosial. Pesan utamanya jelas: mengajak warga menjaga lingkungan, menolak provokasi, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Sejumlah unggahan yang beredar memuat kalimat persuasif dalam bahasa Indonesia hingga bahasa Jawa. Salah satunya bertuliskan, “WARGA JAGA WARGA, AYO REK JOGO LINGKUNGANE DARI AKSI ANARKIS, PERUSAKAN, PENJARAHAN. AYO MELU WARGA JAGA WARGA DI JAWA TIMUR.” Pesan itu menekankan pentingnya solidaritas sosial agar masyarakat tidak mudah terhasut oleh provokator.
Kalimat serupa juga muncul dalam versi bahasa Jawa: “KOTA IKI OMAHE DEWE, KUDU DI JOGO SING AMAN, NYAMAN, RUKUN. KABEH JAWA TIMUR KUDU DI JOGO.” Ungkapan ini bermakna bahwa setiap kota di Jawa Timur adalah “rumah bersama” yang harus dijaga dari tindakan destruktif.
Selain mengingatkan bahaya anarkisme, poster tersebut juga memberi peringatan agar masyarakat waspada terhadap pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi. Teks lain berbunyi, “Hati-hati provokator! Provinsi iki omahe dewe kudu di jogo sing aman nyaman rukun kabeh. Ayo melu Warga Jaga Warga.”
Fenomena ini menunjukkan adanya upaya dari masyarakat untuk mengimbangi narasi negatif yang selama dua hari terakhir menghiasi lini masa. Bila sebelumnya publik disuguhi video kericuhan, aksi perusakan, hingga penjarahan, kini warga justru mulai menyuarakan gerakan moral berbasis kebersamaan.
Dengan munculnya poster-poster himbauan ini, harapannya masyarakat Jawa Timur dapat lebih kompak menjaga ketertiban. Sebab, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga menjadi tugas bersama. (fyi/suf)






