Mojokerto (beritajatim.com) – Keluarga pasien di RSUD RA Basoeni Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto meminta pulang paksa, Rabu (24/2/2021). Keluarga pasien tak terima anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dinyatakan positif Covid-19.
Kapolsek Gedeg turun langsung mengamankan dan memberikan pemahaman kepada keluarga pasien S (50). Setelah mendapatkan penjelasan dari pihak rumah sakit dan Polsek Gedeg, keluarga pasien warga Desa Berat Wetan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto menerima.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19″]
Kasi Keperawatan RSUD RA Basoeni, Suryaningsih mengatakan, pasien S dengan jenis kelamin perempuan tersebut menjalani rapid tes pada, Jumat (19/2/2021) di RSUD RA Basoeni dengan hasil non reaktif. “Keesokan harinya dilakukan Tes Swab PCR dengan hasil positif,” ungkapnya.
Pasien dinyatakan positif dengan diagnosa pneumonia dengan kadar udara dalam dara 90 persen yang seharusnya 100 persen. Rabu (24/2/2021), keluarga pasien meminta pulang paksa dengan alasan jika pihak RSUD RA Basoeni telah menyatakan pasien positif Covid-19.
“Padahal, saat ini kondisi pasien tidak memungkinkan untuk dibawa pulang dikarenakan pasien perlu perawatan intensif di Ruang Isolasi Covid-19. Pasien memerlukan pasokan oksigen, jika pasien pulang paksa akan beresiko ke keluarga dan warga sekitar karena saat ini pasien positif Covid-19,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Gedeg, AKP Edi Purwo Santoso mengatakan, jika pihaknya dan rumah sakit sudah menyampaikan ke keluarga pasien. “Kami menyampaikan jika pasien tidak mungkin dibawa pulang untuk mencegah dan penularan Covid-19 dan menghimbau ke pihak keluarga untuk mentaati aturan pemerintah,” katanya.
Masih kata Kapolsek, pihaknya meminta keluarga pasien agar pasien bisa dirawat di RSUD RA Basoeni sampai sembuh. Dari pemahaman tersebut, keluarga pasien bisa menerima dan akan mentaati aturan pemerintah. Hal tesebut disampaikan melalui surat pernyataan.
“Setelah dilakukan edukasi dan pemahaman terhadap keluarga pasien Covid-19, alhamdulillah akhirnya pihak keluarga menerima dan pasien tetap dirawat di Ruang Isolasi RSUD RA Basoeni. Sehingga pasien tidak sampai pulang paksa,” pungkasnya. [tin/kun]







