Jember (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bangga dengan penampilan para atlet kontingen Kabupaten Jember dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VIII. Jember berhasil mengalahkan prestasi tiga daerah tetangga.
“Kami mengapresiasi perjuangan para atlet dan ofisial. Hasilnya tetap luar biasa,” kata Ketua KONI Jember Sutikno, Senin (18/9/2023).
Kontingen Jember berada di peringkat 15 dengan 16 medali emas, 14 perak, dan 33 perunggu dalam Porprov Jatim VIII. Ada penurunan dibandingkan saat menjadi tuan rumah Porprov Jatim VII. Saat itu Jember merebut 20 medali emas, 17 peral, dan 45 perunggu, serta berada di peringkat 9.
Namun Sutikno menyebut kedua kejuaraan tersebut tidak bisa dibandingkan. Selain tidak menjadi tuan rumah, kekuatan kontingen Jember dalam Porprov VIII jauh lebih sedikit yakni 400 orang atlet ofisial. Sementara dalam Porprov Jatim VII, Jember mengirimkan 826 atlet dan ofisial.
Sutikno juga menyebut prestasi Jember lebih baik daripada tiga kabupaten lain yang pernah menjadi tuan rumah bersama Porprov Jatim VII 2022. Penurunan peringkat tiga kabupaten tersebut, menurut Sutikno, menunjukkan besarnya perjuangan yang harus dilakukan untuk mempertahankan prestasi.
“Peringkat tetangga kita Lumajang turun jauh lebih banyak dari peringkat 8 pada Porprov Jatim VII menjadi peringkat 19. Senentara Situbondo di peringkat 38 dan Bondowoso di peringkat 37,” kata mantan Ketua Asosiasi Sepak Bola Kabupaten PSSI Jember ini.
“Hari ini Lumajang pontang-panting di bawah kita. Tahun ini mereka tertinggal jauh. Artinya, prestasi atlet Jember tidak jelek-jelek amat kalau kita mau fair,” kata Sutikno.
Sutikno berjanji mengevaluasi semua lini pembinaan olahraga. “Baik itu program latihannya dan persiapannya. Segera kami akan kumpulkan semua pengurus cabang olahraga dan lekas kami evaluasi untuk persiapan Porprov Jatim 2025. Insyallah pada 2025 kami akan lebih siap daripada sekarang,” katanya.
Ada 12 cabor yang mengalami peningkatan prestasi, yakni pencak silat, drum band, taekwondo, bola basket, catur, berkuda, balap sepeda, tenis meja, selam, panahan, biliar, dan futsal. Medali terbanyak diraih dari cabang drum band dengan 6 emas dan 1 perak.
Sutikno menilai perlu ada pembinaan lebih spesifik terhadap cabang-cabang olahraga tertentu yang berpotensi mendulang medali. “Cabor mana yang betul-betul akan dijadikan lumbung emas,” katanya.
Sutikno bercermin dari Kabupaten Pasuruan yang mengandalkan cabor tertentu, seperti cabor selam yang bisa menyabet 12 medali emas, 2 perak, dan 7 perunggu. “Saya lihat Pasuruan ini tidak pernah terlempar dari 10 besar peraih medali setiap porprov,” katanya.
Sutikno ingin menggali potensi semua cabor di Jember agar bisa mengikuti jejak Pasuruan. “Jadi kita harus punya cabor unggulan selain drum band. Saya lihat beberapa cabor yang berpotensi sementara ini adalah dance dan wushu,” katanya.
Bahkan, menurut Sutikno, wushu sudah mulai menyiapkan atlet muda untuk turun di Porprov Jatim IX. “Kemarin jumlah perolehan medali wushu turun, karena mereka menurunkan atlet-atlet muda. Dari sisi medali berkurang, tapi dari sisi pembinaan wushu bagus,” katanya.
Dalam Porprov Jatim VII, Jember merebut 3 emas, 1 perak, 7 perunggu dari cabor wushu. Sementara dalam Porprov Jatim VIII, Jember meraih 2 emas dan 4 perunggu. “Mereka yang dapat perunggu adalah atlet muda semua. Mereka masih bisa bertanding (dalam Porprov Jatim IX),” kata Sutikno.
Sutikno mengakui dibutuhkan kejelian dalam membidik cabor potensial. “Kita harus pelajari betul dan kemudian kita olah,” katanya.
Apakah akan meminta tambahan dana APBD 2024? “Saya rasa pemerintah daerah tanpa diminta pun sudah memikirkan, termasuk program ke depan seperti apa. Ini yang saya apresiasi dari pemerintah,” kata Sutikno. [wir]






