Jember (beritajatim.com) – Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) VII menjadi ajang kebangkitan shorinji kempo di Indonesia. Ada 14 kontingen kabupaten dan kota yang bersaing memperebutkan medali 18 nomor pertandingan.
“Porprov Jatim VII ini sangat spesial bagi saya, karena sebagian peserta adalah generasi muda. Inilah yang kita harapkan,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Agus Setiadji, usai membuka pertandingan cabor kempo, di Gedung Djuang 45, Politeknik Negeri Jember, Jumat (24/6/2022).
Agus berharap, Porprov Jatim VII akan menghasilkan atlet-atlet nasional dan internasional. “Dengan jumlah kenshi terbanyak di Indonesia, Jawa Timur seharusnya menghasilkan kenshi-kenshi bertalenta. Dengan adanya porprov ini, insya Allah kita akan mendapatkan talenta-talenta baru yang profesional untuk tampil di ajang nasional dan internasional. Paling segera adalah Sea Games dan PON 2024,” katanya.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur M. Nabil menegaskan, tujuan akhir porprov adalah menyeleksi atlet secara sportif dan obyektif yang akan tampil mewakili Jawa Timur dalam berbagai ajang. “Ekspektasi kami mereka akan tampil mewakili Indonesia dan membawa nama merah putih,” katanya. Dia berharap wasit juri bisa bertindak sportif dan obyektif.
[berita-terkait number=”4″ tag=”porprov-jatim”]
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim Pulung Chausar akan mengajak bicara KONI dan pemangku kepentingan lain soal pembinaan atlet muda. “Jadi memang step by step semuanya harus berproses untuk Jawa Timur yang lebih baik,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memperkuat PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar). “Sementara ini ada beberapa PPLP, tentunya akan kami evaluasi terus. Walaupun semua sudah baik, kami dan seluruh jajaran pengurus, KONI dan pengurus provinsi, akan mengevaluasi setiap saat,” katanya. [wir/but]






