Jember (beritajatim.com) – Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VII yang akan digelar pada 25 Juni – 3 Juli 2022 di empat kota, yakni Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo. Pemkab Jember mempersiapkan venue untuk 18 cabang olahraga.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jember Murdiyanto sudah mengirimkan delegasi untuk bertemu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur untuk memastikan jadwal porprov. “Surat keputusan dari gubernur belum turun sampai sekarang. Kami tagih terus untuk kepastian di Kabupaten Jember,” katanya, dalam rapat dengar pendapat di Komisi D DPRD Jember, Kamis (10/3/2022).
Sekretaris Dispora Jember Bambang C.W. berharap gubernur segera menerbitkan surat untuk memastikan jadwal itu. Ini penting untuk memastikan pemesanan hotel penginapan bagi atlet yang hendak bertanding.
Mempersiapkan itu, Dispora Jember sudah membuat buku panduan teknis pelaksanaan. “Sehingga teman-teman yang akan bertanding di Kabupaten Jember tidak kesulitan. Tinggal membaca buku technical handbook itu. Kami berkoordinasi dengan KONI untuk menyiapkan orang untuk memandu dan berkoordinasi dengan asosiasi perhotelan, sehingga (kontingen kota lain) dengan mudah mengakses apa yang dibutuhkan di Kabupaten Jember,” kata Murdiyanto.
Lelang untuk perbaikan venue pertandingan sudah memasuki masa sanggah. “Kalau tidak ada sanggahan, mudah-mudahan minggu ini ditetapkan pemenangnya,” kata Murdiyanto.
Pemkab Jember melakukan persiapan perbaikan rumput lapangan sepak bola dan pembersihan bagian luar Stadion Jember Sport Garden. Selain itu akan pemkab mempersiapkan lintasan untuk venue cabang olahraga atletik di sana.
Bambang menambahkan, Jember menjadi tuan rumah untuk 18 cabang olahraga. “Di Stadion JSG, akan dipertandingkan sepak bola, atletik, dan drum band. Yang sangat urgen adalah kesiapan untuk atletik, karena ada 14 nomor yang dipertandingkan. Saya sudah minta data resmi dari PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Jatim, 14 nomor yang dipertandingkan ini harus di satu lokasi. Jadi tidak ada satu pun nomor yang dipertandingkan di luar JSG,” katanya.
Dispora Jember berkoordinasi dengan Dinas Cipta Karya soal anggaran perbaikan JSG. “Harapan saya seluruh lintasan yang ada menjadi sintetis semua, karena di sana ada lempar lembing, lempar cakram, dan macam-macam. Yang tidak masuk di RAB anggaran JSG adalah lintasan lompat jauh dan lompat jangkit. Ini kemarin sudah saya undang perencana. Minggu depan sudah dibuat. Insya Allah eksekusi menunggu 15 Maret 2022, karena masa sanggah proses lelang di Cipta Karya tanggal itu,” kata Bambang.
Bambang berharap perwakilan PASI Jatim bisa datang dan memantau pemasangan lapangan sintetis di JSG. Ia sudah meminta pengurus cabor atletik di Jember juga ikut memantau.
Gelanggang Olahraga Pusat Kegiatan Pemuda Seni dan Olahraga (GOR PKPSO) di Kecamatan Kaliwates akan menjadi venue untuk drum band dan bola voli. “Insya Allah di sana tidak ada persoalan. Akan ada perubahan tempat duduk, tempat ganti pemain, toilet, dan lain-lain. Lantai masih layak,” kata Bambang.
Balai Serbaguna akan menjadi venue cabor tarung drajat dan wushu. “Pada prinsipnya di sana layak. Seluruh peralatan pertandingan yang membawa adalah KONI Jatim. Tapi tempat pertandingan kami yang menyiapkan,” kata Bambang.
Sementara itu, tiga lapangan tenis masih belum selesai diperbaiki. “Insya Allah, masih menunggu masa sanggah (proses lelang) 15 Maret,” kata Bambang.
“Di kolam renang Kebon Agung ada beberapa item yang harus diperbaiki. Tapi intinya kami sudah mendapat informasi dari KONI, pada saat pembetulan kolam di Kebon Agung, pengurus cabor renang harus nunggoni (menunggui),” kata Bambang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”porprov”]
Gelanggang Olahraga Argopuro akan menjadi arena pertandingan bulutangkis. “Di situ sudah kami tambahkan running text skor dan selamat datang. Kemarin ada keluhan soal peninggian tiang net. Saya sudah suruh ukur ulang dari titik nol karpet. Mungkin satu dua hari ini. Kalau masih kurang, pengurus PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) segera melapor,” kata Bambang.
Markas Batalyon Infanteri Raider 509/Balawara Yudha akan menjadi arena pertandingan kick boxing dan Brigade Infantri 9 menjadi arena pertandingan bola tangan. “Ini perlu kajian ulang karena jelas tidak mungkin, karena anggaran kita sudah berjalan dan tidak mungkin mengalokasikan Perubahan APBD pada kegiatan yang sudah dilaksanakan. KONI Jatim minta (venue) indoor, yang kami siapkan outdoor. Kalau kami masukkan di indoor, maka akan ada banyak anggaran yang tidak mungkin kami lakukan,” kata Bambang.
Khusus untuk cabang olahraga panjat tebing, menurut Bambang, awalnya Situbondo tidak siap menjadi tuan rumah. “Dilimpahkan ke Jember, siap. Lalu ditarik lagi ke Situbondo, siap. Tidak ada masalah,” kata Bambang. [wir/but]






