Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meluncurkan program unik. Rumah ibu hamil akan dipasangi bendera. Langkah ini bukan hiasan biasa. Namun untuk penanda, pertumbuhan bayi selama dalam kandungan tersebut.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengungkapkan bahwa program ini ditujukan untuk menekan 3 hal. Yakni angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta stunting. Warna dari bendera itulah yang nantinya menunjukkan tingkat risiko kesehatan ibu hamil.
“Jangan salah paham. Lampion ini bukan tanda lelayu,” kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, ditulis Jumat (23/5/2025).
Bendera warna hijau menandakan ibu hamil sehat dan aman. Warna kuning menerangkan ibu hamil berisiko rendah. Sedangkan bendera oranye khusus untuk ibu hamil dengan resiko tinggi.
“Ada 3 warna bendera yang menunjukan perkembangan kesehatan ibu hamil,” katanya.
Bupati Sugiri menjelaskan, keberadaan penanda bendera ini, sangat strategis. Seluruh unsur masyarakat bisa langsung membaca situasi. Mulai dari dokter, kepala desa, karang taruna, organisasi masyarakat hingga kader desa.
“Dari warna itu, semua akan tahu. Detail by name by address. Jadi cepat intervensi,” tegasnya.
Program ini juga bagian dari strategi besar daerah. Yakni dalam upaya untuk menekan angka stunting tiap tahun sebesar 2 persen. Harapannya, ke depan bisa menciptakan generasi sehat sejak dalam kandungan.
“Kalau bumilnya sehat, bayinya juga kuat. Harapan kita, tak ada lagi bayi stunting di masa depan,” pungkas Kang Giri, sapaan akrabnya. [end/aje]






