Pasuruan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah Kecamatan Winongan guna mengatasi krisis air mendadak. Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap keluhan masyarakat yang tidak bisa mengakses layanan air bersih akibat adanya gangguan pada fasilitas teknis setempat.
Meskipun wilayah Kabupaten Pasuruan belum memasuki masa tanggap darurat kekeringan, bantuan ini tetap dikerahkan demi menjamin kebutuhan dasar warga terpenuhi. Petugas menyiagakan armada tangki di titik pemukiman agar masyarakat dapat mengantre dengan tertib untuk mendapatkan pasokan air bersih.
“Kami menyalurkan air bersih ke Desa Kedungrejo khusus untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga karena adanya kerusakan pada pompa air,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, pada Senin (4/5). Ia menegaskan bahwa pengiriman ini bersifat situasional dan berfokus pada pemulihan layanan distribusi air dari sumber Umbulan yang terhenti.
Warga setempat menyambut baik kehadiran truk tangki milik pemerintah daerah setelah beberapa hari mengalami kesulitan untuk aktivitas memasak dan mandi. Kerusakan infrastruktur air tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat mengingat air merupakan kebutuhan yang sangat krusial setiap harinya.
“Sangat berterima kasih ada bantuan ini karena pompa dari sumber Umbulan rusak sudah beberapa hari dan warga sempat kebingungan,” ungkap salah satu warga, Asyari. Kehadiran bantuan tersebut dinilai sangat tepat waktu untuk meringankan beban ekonomi warga yang terpaksa mencari sumber air alternatif.
Pihak BPBD juga mengklarifikasi bahwa wilayah lain yang biasanya menjadi langganan kekeringan tahunan saat ini masih terpantau aman karena curah hujan masih cukup tinggi. Belum adanya laporan kekurangan air secara masif membuat status kedaruratan iklim belum perlu diterbitkan oleh pemerintah daerah dalam waktu dekat.
“Untuk wilayah lain belum dimulai pengirimannya karena kami masih memantau perkembangan cuaca yang saat ini masih sering turun hujan,” tambah Sugeng Hariyadi. Pihaknya berjanji akan terus melakukan pengawasan di seluruh titik rawan guna mengantisipasi gangguan distribusi air di masa mendatang.
Masyarakat diharapkan proaktif melaporkan setiap kendala teknis maupun alam terkait ketersediaan air bersih di wilayah masing-masing kepada aparat desa atau BPBD. Penanganan sedini mungkin sangat diperlukan agar dampak gangguan fasilitas publik tidak meluas dan mengganggu aktivitas ekonomi warga. [ada/aje]

as a preferred source on Google




