Sidoarjo (beritajatim.com) – Kepolisian Sektor (Polsek) Waru, Polresta Sidoarjo, mengumpulkan para tokoh dari berbagai perguruan pencak silat untuk mengantisipasi potensi gesekan di masyarakat menjelang perayaan Idulfitri dan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Langkah tersebut dilakukan melalui agenda konsolidasi yang digelar di Masjid Polsek Waru, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan yang dikemas dalam forum Konsolidasi dan Buka Puasa Bersama tersebut dihadiri sebanyak 25 orang yang terdiri dari ketua ranting dan anggota dari enam perguruan pencak silat besar. Mereka berasal dari Pagar Nusa, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW), Persinas ASAD, IKSPI Kera Sakti, serta Porgal.
Kapolsek Waru Kompol Miftahul Amin menegaskan bahwa pertemuan lintas perguruan ini merupakan langkah strategis kepolisian untuk meredam potensi konflik yang kerap melibatkan oknum pesilat di lapangan.
“Kegiatan konsolidasi ini murni inisiasi Polsek Waru untuk mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif. Kita paham bahwa di lapangan rentan terjadi gesekan antar-perguruan. Oleh karena itu, pendekatan berkesinambungan ini sangat krusial, terutama menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H dan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di wilayah hukum kami,” tegas Kompol Miftahul Amin.
Forum tersebut dipandu oleh Kanit Intelkam Polsek Waru Ipda Ari Tri Atmaja. Dalam pertemuan itu, kepolisian meminta para ketua ranting perguruan silat untuk berperan aktif mengendalikan anggotanya hingga ke tingkat paling bawah agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang beredar, baik di media sosial maupun di lingkungan masyarakat.
Pendekatan dialogis tersebut berlangsung dalam suasana cair namun tetap serius, dengan fokus pada penguatan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Waru.
Inisiatif penggalangan terbatas ini mendapat respons positif dari para tokoh perguruan silat yang hadir. Sekretaris Paguyuban Pencak Silat Ranting Waru, Fattah, menilai langkah yang diambil Polsek Waru sangat tepat dalam upaya pencegahan konflik di tingkat akar rumput.
“Kami sangat mengapresiasi fasilitas silaturahmi ini. Konsolidasi yang berkesinambungan adalah kunci utama mitigasi agar tidak ada lagi gesekan antar-perguruan di lapangan. Tali silaturahmi ini harus terus dilestarikan,” ujar Fattah.
Melalui sinergi antara aparat kepolisian dan para tokoh perguruan silat, diharapkan potensi konflik dapat ditekan sehingga masyarakat di wilayah Kecamatan Waru dapat menyambut Idulfitri serta pelaksanaan Pilkades dalam situasi yang aman dan kondusif. [hrs/beq]






