Surabaya (beritajatim.com) – Polisi masih memburu satu pelaku pemerkosaan anak di Surabaya hingga hamil 5 bulan.
Perlu diketahui, Anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah menangkap dua pelaku sebelumnya.
Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Wardi Waluyo mengatakan jika pihaknya masih mengejar satu pelaku yang kabur ke luar kota. Namun, Wardi masih enggan menyebutkan tempat yang dimaksud.
“Nanti ya setelah tertangkap. Tapi kami sudah tau ada pelaku lain,” ujar Wardi, Selasa (02/05/2023).
Wardi menjelaskan jika selama penyelidikan kepada dua pelaku berinisial W dan F, pihaknya melibatkan balai pemasyarakatan (bapas) lantaran kedua pelaku juga masih dibawah umur.
“Rencananya dititipkan di Shelter Balongsari,” pungkas Wardi.
https://beritajatim.com/hukum-kriminal/siswi-smp-di-surabaya-diperkosa-kenalan-di-medsos/
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, Polisi telah menangkap dua pelaku pemerkosaan siswi SMP di Surabaya, Sabtu (29/04/2023). Perlu diketahui, Seorang bocah SMP di Surabaya hamil 5 bulan usai dicekoki minuman keras dan diperkosa secara bersama-sama.
Kasubnit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ipda Tri Wulandari mengatakan, dua pelaku diamankan di waktu yang berbeda.
“Satu pelaku kami amankan dulu kemarin Jumat (28/04/2023). Lalu hari ini barusan sudah kami tangkap lagi,” ujar Wulan saat dihubungi beritajatim.com.
Aksi pemerkosaan itu terjadi Desember 2022. Tapi baru diceritakan Dewi ke orangtuanya saat lebaran kemarin. Pemerkosaan ini terungkap setelah Ibu korban yang curiga karena gerak gerik putri sulungnya itu seperti orang hamil.
Lalu kasus pemerkosaan ini disampaikan kepada anggota DPRD Surabaya Imam Syafi’i. Anggota Komisi A bidang hukum dan pemerintahan ini pun langsung melakukan advokasi dan pendampingan di hari pertamanya masuk kerja pasca-libur Idul Fitri.
“Saya sudah komunikasi dengan dr Billy (direktur RSUD Soewandi). Saya ceritakan garis besar kejadiannya. Dokter Billy langsung care,” ujar Imam. (ang/ted)






