Malang(beritajatim.com) – Polresta Malang Kota berhasil mengungkap kasus penipuan jual beli tiket konser band Coldplay. Ada 3 pelaku yang ditangkap oleh polisi mereka semua berasal dari Probolinggo.
Ketiga pelaku adalah, PASNW alias Putri Amanda (19 tahun) adalah tersangka yang melakukan penipuan. Sedangkan GYP alias Galah Yonanda (22 tahun) dan NW alias Narti adalah tersangka penadah.
Kapolsek Blimbing, Komisaris Polisi Danang Yudanto mengatakan, kasus ini berhasil dibongkar berkat kerjasama antara penyidik Bareskrim Polri dengan Polresta Malang Kota melalui Polsek Blimbing. Sebab, korban yang mayoritas berasal dari Jakarta dan Tanggerang melapor ke Bareskrim Mabes Polri.
“Pada 21 Mei 2023 kami mendapat tembusan laporan polisi dari Bareskrim Mabes Polri. Kita lidik dikediamannya tidak kita dapati. Kita lakukan lidik ternyata sudah lama tidak tinggal di Malang tapi di Probolinggo. Jumat, 26 Mei 2023 kita tangkap di Probolinggo,” ujar Danang Yudanto, Senin, (29/5/2023).
Baca Juga: War Tiket Coldplay Hari Pertama Banyak yang Tak Kebagian
Untuk modusnya pelaku menawarkan pembelian tiket konser Coldplay melalui media sosial. Sebelumnya, pelaku membeli akun twitter yang sudah memiliki punya banyak follower agar menimbulkan kepercayaan kepada calon pembeli tiket.
“Dia modus jualan tiket kosner band luar negeri terutama yang banyak peminatnya. Dia tawarkan dan ada beberapa yang tertarik. Kemudian dilanjutkan di nomor whatsapp (WA). Jika ada yang serius dilanjut lewat wa dan di transfer setelah itu nomor korban di blok,” ujar Danang.
Baca Juga: Harga Tiket Coldplay Sekaligus Cara Pembeliannya
Setidaknya, ada 19 korban dalam kasus penipuan jual beli tiket Coldplay. Katanya, jumlah ini memungkinkan bertambah karena masih dalam proses penyelidikan. Sementara total kerugian bervariasi dan masih dalam proses pendataan oleh polisi untuk direkapitulasi.
“Korban sudah 19 orang dengan kerugian Rp2,5 juta hingga Rp9 juta setiap korban. Jumlah kumulatif masih kita rekap. Sebagian besar korban berasal dari Jakarta dan Tanggerang. Hasil penipuan dibelikan perhiasan dan gadget termasuk kebutuhan keseharian,” tandasnya. (luc/ted)






