Ponorogo (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Ponorogo berhasil mendeteksi jejak terduga pelaku pembunuhan Nuraini (55), janda asal Desa Golan, yang kini terlacak berada di wilayah Gunungkidul, Yogyakarta. Sosok yang tengah diburu tersebut teridentifikasi sebagai anak kandung korban sendiri yang berinisial A.
Penemuan posisi pelaku didapatkan setelah tim penyidik melakukan pelacakan intensif berdasarkan petunjuk lapangan serta aktivitas terbaru di media sosial. Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, menegaskan bahwa timnya kini bergerak cepat untuk menangkap pria tersebut.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, terduga pelaku adalah anak korban, berinisial A. Tim Satreskrim menemukan petunjuk, posisi terakhir berada di Gunungkidul,” ungkap AKP Imam Mujali, Selasa (27/1/2026).
Di wilayah persembunyiannya, pelaku dilaporkan sempat berinteraksi dengan warga setempat untuk menitipkan sejumlah barang pribadi miliknya. Ia memberikan alasan akan melakukan perjalanan jauh sehingga menyerahkan sepeda motor dan tas untuk nantinya diambil polisi.
“Di sana bertemu dengan masyarakat, bahwa ada seorang laki-laki memberikan sepeda motor, tas, untuk nanti diserahkan kepada pihak kepolisian. Dia menitipkan barang tersebut, sebab akan melakukan perjalanan jauh,” jelas Imam Mujali.
Penyidik juga memperdalam informasi melalui penelusuran platform Facebook yang menunjukkan unggahan pengakuan dari akun milik terduga pelaku. Dalam unggahan tersebut, pelaku menyebut telah meninggalkan alat-alat yang diduga kuat berkaitan dengan peristiwa maut di Sukorejo.
“Di fb, saya dapat informasi. Setelah kita dalami, ya menyerahkan sepeda motor, pisau, kapak dan kunci gembok ada 2. Di mana biasanya dibawa terduga pelaku dan korban,” katanya.
Aparat Satreskrim yang dikirim ke Gunungkidul kini telah berhasil mengamankan barang bukti krusial berupa tas berisi pisau dan kapak. Senjata-senjata tajam ini diduga menjadi alat utama yang digunakan pelaku saat menyerang korban secara brutal.
“Kami mendapatkan barang bukti dari wilayah Gunungkidul berupa pisau, kapak mungkin itu yang digunakan pelaku, dan disimpan di dalam tas,” pungkas AKP Imam Mujali.
Pengejaran masif terus dilakukan di berbagai titik strategis wilayah Yogyakarta guna memastikan pelaku segera mempertanggungjawabkan perbuatannya. Fokus kepolisian saat ini adalah mengungkap motif di balik aksi keji sang anak terhadap ibu kandungnya tersebut. [end/beq]






