Ngawi (beritajatim.com) – Kapolres Ngawi AKBP Dwiasi Wiyatputera menegaskan pihaknya bakal mengusut tuntas terhadap kejadian pengrusakan dan pengeroyokan yang terjadi di kawasan Desa Kandangan dan Desa Banyuurip Kecamatan/Kabupaten Ngawi pada Sabtu (4/3/2023) dan Minggu (5/3/2023).
“Terhadap pihak yang melakukan pengrusakan dan pengeroyokan di Kabupaten Ngawi, Polres Ngawi akan melakukan penyelidikan dan menindak sesuai hukum yang berlaku,” tegas Dwiasi, Selasa (7/3/2023)
Sebelumnya dia menjelaskan jika saat ini tindak pidana itu masih dalam.penyelidikan polisi. Pasalnya, tak hanya mengakibatkan 13 remaja dan pemuda mengalami luka, pengeroyokan itu juga mengakibatkan 7 kendaraan rusak dua diantaranya hangus dibakar oknum-oknum tersebut.
“Kami masih melakukan proses penyelidikan,” kata Dwiasi tanpa menyebut jumlah orang yang sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian hingga saat ini.
Baca Juga: Oknum Perguruan Silat Keroyok Belasan Pemuda Ngawi, 7 Motor Rusak, 2 Terbakar
Dia meminta seluruh masyarakat agar selalu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Serta, agar tidak mudah terpancing atau memancing provokasi dari kelompok manapun.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah remaja dan pemuda asal Kabupaten Ngawi dikeroyok sejumlah orang tak dikenal. Diduga, ada sejumlah oknum salah satu perguruan silat yang mengeroyok mereka pada Minggu (5/3/2023) pukul 04.00 WIB dini hari. Dari sejumlah korban tersebut, dua diantaranya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Widodo Ngawi, Jawa Timur.
Lin (25) mahasiswa asal Desa Paras Kecamatan Pangkur Kabupaten Ngawi jadi salah satu korban. Dia mengalami luka di kepala akibat pukulan benda tumpul dan babras di tangan kiri. Dia tidak terlalu ingat kejadiannya, yang jelas saat itu dia dilempar batu hingga dikeroyok. Motor miliknya yakni Honda Supra 125 nopol AR 6187 JAG hangus dibakar massa.
“Saya dan teman-teman pulang ngopi dari perbatasan Ngawi Bojonegoro. Sampai di Hutan Sanggrahan itu saya dan teman dilempar batu. Saya jatuh terus habis itu dihadang ratusan orang. Sudah saya gak ingat lagi saya,” kata Lin saat menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat RS Widodo, Minggu (5/3/2023).
Tak hanya Lin, pelajar SMP berinisial DY (16) warga Kecamatan Pangkur, Ngawi juga jadi korban. Remaja laki-laki itu mengalami luka di kepala. Hasil scan sinar X, tengkoraknya mengalami retak akibat pukulan benda tumpul.
[berita-terkait number=”2″ tag=”bentrok-perguruan-silat”]
Eko Agus, ayahanda DY mengatakan anaknya sempat mendapatkan pukulan batu di kepala. Saat berupaya kabur, dia sempat menyembunyikan motornya ke sawah-sawah agar aman. Kemudian, dia pun kabur dari lokasi kejadian dengan luka di tubuhnya.
“Ada retak sedikit di kepala. Tentu saya akan lapor polisi karena kejadian ini. Agar ada efek jera ya, makanya perlu ditindak sesuai hukum yang berlaku,” kata Eko saat ditemui di RS Widodo.
Pun, dokter jaga IGD RS Widodo dr Robby Fandhita Kurniawan membenarkan sebelumnya ada 4 pasien yang masuk. Tiga orang rujukan dari Puskesmas Ngawi Purba, satu diantaranya datang sendiri. Dua orang lainnya sudah bisa pulang, sementara dua orang yakni DY dan Lin yang masih harus menjalani rawat inap.
“Yang dua perlu rawat inap karena ada keretakan tulang akibat pukulan benda tumpul. Saat kami tanya, mereka mengatakan kalau ada pengeroyokan,” kata Robby.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi berikut telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Kasus itu dalam penanganan Satreskrim Polres Ngawi. (fiq/ted)






