Malang (beritajatim.com) – Tiga keluarga korban tragedi Kanjuruhan yang berasal dari Kecamatan Dampit dan Singosari, Kabupaten Malang, menerima bantuan perlengkapan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Penyerahan bantuan diserahkan langsung Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, Jumat (11/8/2023) di Lobi Mapolres Malang Jalan Ahmad Yani Nomer 1 Kepanjen, Kabupaten Malang.
Ketiga perwakilan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan itu atas nama Darmiasih. Darmiasih merupakan ibu kandung dari korban luka berat atas nama Ninis Intan Aprilia yang tinggal di Kampung Juwok, Jalan Semeru Selatan Rt.02 Rw.01, Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.
Darmiasih bilang, anaknya Ninis Intan sempat koma dan masih dilakukan rawat jalan sampai hari ini. Darmiasih menerima bantuan gerobak makanan dan minuman. “Terimakasih sudah diberi bantuan, untuk kelanjutannya semoga usaha saya lancar. Ini tadi diberi bantuan gerobak sama modal uang,” kata Darmiasih.
Darmiasih berencana membuka usaha minuman. “Rencana akan jual minuman. Kalau sebelumnya saya bekerja sebagai penjahit,” tegasnya.
Bantuan perlengkapan UMKM berikutnya juga diterima perwakilan Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan atas nama Andre Hermawan. Andre adalah kakak kandung dari korban meninggal dunia atas nama Linda Setyo Restu Ningrat yang tinggal di Dusun Cerabaan, Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Andre menerima gerobak sayur. “Rencana saya buat jualan sayur keliling,” ujar Andre.
Penerima ketiga yakni atas nama Eka Wulandari, warga Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Eka adalah istri dari Sam Nawi, pentolan Aremania yang menjadi korban tewas dalam Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 lalu. Eka juga sempat mengajukan Laporan Model B ke Polres Malang atas kematian suaminya ketika itu.
Eka menerima satu buah mesin pencetak kue. Eka mengaku mesin tersebut akan digunakan membuat stik bawang bernama “Mega Stik Bawang”. “Saya beri nama Mega Stik, karena itu nama anak saya,” tutur Eka sambil menahan tangis.
Selain menerima perlengkapan UMKM, ketiga keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menerima modal usaha berupa uang tunai yang diserahkan langsung Ketua Bhayangkari Cabang Malang Ujik Putu Kholis. “Ada bantuan gerobak, kemudian ada bantuan alat alat untuk mendukung usaha produksi UMKM. Hal ini kami lakukan diawal bulan Agustus 2023, dengan sasaran adalah para kelurga korban Tragedi Kanjuruhan,” beber Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana.
Kholis mengaku, penyerahan bantuan perlengkapan UMKM ini merupakan hasil diskusi Polres Malang bersama dengan paguyuban keluarga korban tragedi kanjuruhan untuk terus memberikan perhatian kepada keluarga korban.
“Jadi ini juga merupakan wujud nyata dan komitmen kami untuk terus memberikan perhatian dan juga dukungan kepada keluarga korban kanjuruhan di semua aspek. Karena pada prinsipnya apa bila keluarga korban ingin bertanya, ingin berdiskusi, ingin menyampaikan sesuatu, ingin mendapatkan dukungan dari kami, kami di Polres Malang termasuk di Polsek jajaranya akan selalu siap menerima,” terang Kholis.
Kholis menambahkan, untuk hari ini penyerahan bantuan perlengkapan UMKM bagi 3 orang penerima yang mempunyai usaha dari bidang makan, sayuran, dan usaha pembuatan minuman.
“Kedepan kami akan terus berkomunikasi dan minta masukan dari rekan rekan paguyupan keluarga korban kanjuruhan, untuk bisa terus kami lakukan sentuhan-sentuhan seperti ini. Kami tentunya juga berkerja sama dengan rekan-rekan TNI dan Pemkab Malang untuk bisa merealisasikan batuan bantuan seperti ini. Kami sangat membutuhkan masukan informasi dari paguyupan keluarga korban agar bantuan yang kita siapkan bisa tepat sasaran juga,” Kholis mengakhiri. (yog/kun)
BACA JUGA: Polres Malang Tangkap 4 Tersangka Pembalakan Liar Kayu Suren






