Gresik (beritajatim.com)- Komitmen perang melawan narkoba kembali ditegaskan Polres Gresik melalui langkah berani dan transparan. Puluhan personel dikejutkan dengan inspeksi mendadak (sidak) tes urine yang digelar tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Sebanyak 36 anggota dari tingkat Polres hingga Polsek dipilih secara acak untuk menjalani pemeriksaan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemberantasan peredaran gelap narkotika yang dimulai dari pembenahan internal institusi.
Pelaksanaan tes dilakukan di bawah pengawasan ketat guna memastikan transparansi dan hasil yang akurat. Tidak ada toleransi bagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial.
“Ini bentuk keseriusan kami dalam menjaga integritas. Pemberantasan narkoba harus dimulai dari internal agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” katanya, Senin (23/2/2026).
Pemeriksaan sampel urine dilakukan oleh tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Gresik dengan metode uji parameter zat adiktif secara menyeluruh. Proses medis berjalan profesional sesuai standar pemeriksaan kesehatan.
Kepala Seksi Dokkes, Iptu Sugioto, memastikan hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh personel yang mengikuti tes dinyatakan negatif narkotika.
Hasil ini menjadi bukti bahwa pengawasan internal berjalan efektif. Meski demikian, Kapolres memastikan sidak serupa akan terus digelar secara berkala sebagai langkah deteksi dini serta penguatan disiplin.
Langkah tegas Polres Gresik ini sekaligus mendukung program pemerintah dalam percepatan pemberantasan narkoba di Indonesia. Dengan komitmen berkelanjutan, institusi kepolisian di Gresik menegaskan diri sebagai garda terdepan dalam memerangi narkotika, dimulai dari dalam tubuhnya sendiri. [dny/aje]






