Politik Pemerintahan

Wisata di Malang Raya Tetap Buka Saat PSBB Jawa – Bali Diberlakukan

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Malang(beritajatim.com) – Pariwisata di wilayah Malang Raya, Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang tetap buka saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa-Bali diberlakukan pada 11 hingga 25 Januari 2021. Wisata tetap buka dengan sejumlah pembatasan aktivitas.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengatakan, sebelum diberlakukan PSBB Jawa-Bali pihaknya sudah memberlakukan pembatasan kuota kunjungan 50 persen di tempat-tempat wisata. Bahkan, sekalipun diberi kuota 50 persen jumlah wisatawan yang berlibur tidak sampai 50 persen.

“Tempat wisata tidak ditutup karena ada pembatasan, terutama tempat wisata yang open space. Dan perlu diketahui sekarang pun sudah dibatasi 50 persen, contohnya Selecta berkapasitas 10 ribu hingga 12 ribu dibatasi 5 ribu yang datang seribu aja sudah allhamdulilah,” ujar Dewanti, Kamis, (7/1/2020).

Dewanti pun memilih tidak menutup tempat wisata. Tempat wisata dan tempat usaha diperbolehkan buka asal tidak melebihi batas waktu sesuai Instruksi Mendagri terkait PSBB. Sedangkan bagi warga luar daerah tetap diwajibkan membawa hasil rapid test.

“Ini situasi dan kondisinya Insya Allah tempat wisata tidak mengkhawatirkan. Bukan tidak dibatasi, tetap ada kuotanya. Hanya saja kuota 50 persen itu tidak penuh. Jadi pendapatan mereka yang mengangkat saja saat weekend. Sedangkan untuk warga luar kota tetap harus rapid test,” ujar Dewanti.

Sementara itu, Wali Kota Sutiaji mengatakan ketiga kepala daerah di wilayah Malang Raya akan fokus pada mekanisme work from home (wfh), pembatasan tempat ibadah maupun pembatasan tempat usaha.

“Pembatasannya bisa dengan mekanisme work from home (WFH) dimana kita tahu klaster yang lagi ramai adalah klaster kantor terus klaster keluarga. Jadi kita atur WFH-nya 25 persen masuk, 75 persen WFH. Untuk pembatasan sosial di tempat ibadah sudah dibatasi 50 persen, tempat usaha, kafe dan mall kalau dulu 50 persen sekarang 25 persen. Ini akan dimodifikasi,” tandas Wali Kota Malang, Sutiaji. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar