Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Ulama NU Ini Ungkap Alasan Bela Jokowi dan Luhut

Surabaya (beritajatim.com) – Katib Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH Munif Abdul Muchit buka suara terkait maraknya aksi demo yang meminta Presiden Jokowi turun dari jabatannya.

Hal ini juga terkait isu perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan pemilu. Padahal, Presiden RI Jokowi telah membantah isu tersebut dan menegaskan Pemilu Legislatif dan Presiden tetap berlangsung 14 Februari 2024.

“Konstitusi kita telah mengatur pergantian presiden itu lima tahun sekali. Jangan ada kegaduhan untuk berupaya menurunkan presiden di tengah jalan, karena dendam atau kebencian yang tidak berlandaskan,” tegasnya melalui siaran pers yang diterima beritajatim.com, Sabtu (16/4/2022).

“Biarkan pemerintah menyelesaikan kepentingan bangsa, negara dan rakyatnya dengan sungguh-sungguh. Dan, kita membantu dengan doa dan karya nyata. Atau, kalau toh kita mengkritik, itu yang konstruktif, apalagi ini di bulan Ramadan harus kita jaga kekhusukan dan kesucian,” imbuh Kiai Munif.

Dia meminta agar tidak dikotori dengan aksi provokasi, caci maki, bahkan demo yang berujung anarkis. “Ini sangat keterlaluan sekali. Dan, kita tahu biarkan juga para menteri jangan direcoki dalam mengemban tugasnya. Apalagi kita tahu ada seorang menteri yang punya dedikasi tinggi, punya patriotik yang tinggi, yaitu Bapak Luhut Binsar Pandjaitan. Sepanjang umurnya didedikasikan untuk kepentingan bangsa dan negara. Kalau masih ada sedikit kekurangannya memang perlu kita perbaiki. Tapi memang mencari orang yang sempurna itu memang tidak ada, pasti ada sisi kekurangannya,” jelasnya.

Sisi kekurangan itu, lanjut dia, bisa disempurnakan dengan kinerja menteri-menteri yang lainnya. “Kasihan Menko Marves Pak Luhut, kemudian Menteri BUMN Pak Erick Thohir dan menteri yang lainnya dalam mengemban tugas selalu dikuyo-kuyo, direcoki dan dicaci maki, sehingga kerjanya tidak fokus,” pungkasnya. [tok/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar