Kediri (beritajatim.com) – Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimanfaatkan oleh para pemuda, tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama untuk mendeklarasikan keyakinan bahwa Indonesia akan menjadi negara super power perdamaian dunia.
Deklarasi telah dibacakan di dua lokasi yakni, Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dan di makam Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Mlati Mbotoijan, Sendangadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, pada Jumat – Sabtu malam (20-21/5/2023).
“Tadi usai doa bersama lintas agama, santunan dan selamatan akan kita gelar sarasehan. Nah teman sarasehan adalah Kebangkitan Kesadaran Indonesia Imam Perdamaian Dunia, hasil sarasehan bisa mengerucut pada keyakinan bulat dan lansung dibacakan dan ditandatangi bersama,” ujar Sukirman Ketua Panitia Harkitnas Sleman.
Hadir dalam acara tasyakuran Hari Kebangkitan Budi Utomo ini , Bakesbangpol Sleman, Camat Mlati, Kapolsek Mlati, Danramil Mlati para budayawan, tokoh masyarakat, keluarga Ki Hajar Dewantara.
“Yang bertanda tangan dan menyatakan keyakinan ini dari para tokoh lintas agama, Ketua Bidang Pemuda dan Peranan Perempuan DPP PCTA Indonesia, Ketua DPD PCTA Indonesia Jogjakarta, Ketua DPW Orshid Jogjakarta, JKPHS Jogja, Opshid Jogja dan perwakilan kekuarga Ki Hajar Dewantara. Dari unsur pemerintah hanya memberikan dukungan atau menyaksikan saja,” terang Dwi Gandung, selaku Ketua DPD PCTA Indonesia Jogjakarta.
BACA JUGA : Tim Sepak Bola Kota Kediri Digembleng di Kawasan Goa Selomangleng
Selain di Yogyakarta, pernyataan sikap atas keyakinan Indonesia akan menjadi imam perdamaian dunia juga berlangsung di Kediri dan Semarang.
“Semalam dalam waktu hampir bersamaan pernyataan keyakinan ini selain di Jogja juga berlangsung di Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri dan siang ini juga di calon Pesantren Jati Diri Bangsa Merajut Perdamaian Nusantara Semarang,” kata Untung Anas Rosadi, Ketua Bidang Pemuda dan Olah Raga DPP PCTA Indonesia.
Ketua Panitia Harkitnas Kediri itu menambahkan, bahwa pernyataan sikap ini sangatlah penting, memingat situasi Asia terkait panas dingin Amerika dan Cina, serta lebih utama lagi demi menjaga Indonesia menjelang Pemilu 2024.
“Supaya masyarakat dan kita bersama ini sadar bahwa kita ini bangsa yang besar yang memiliki cita-cita mulia menjadi imam perdamaian dunia sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD. Nah, kalau kita sudah sadar Indonesia sebagai imam perdamaian dunia, kita pasti malu kalau di Indoesia sendri kita ribut dan tidak damai. Rasa malu ini bisa menjadi benteng penyelamat disintegrasi kita bersama,” tambah Lukito.
Sementara itu, Kushartono, Ketua Harian Situs Persada Sukarno di Kediri mengatakan, sebenarnya pernyataan keyakinan ini cukup wajar. Sebab orang asing saja menyakini, Indonesia bakal menjadi juru damai apalagi orang Indonesia sendiri.
BACA JUGA : Wali Kota Ajak Pelaku Seni Hingga Pemuda Kembali Gerak Rancang Event Apik di Kediri
“Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama pada pertengahan 2017 pernah berpidato di The Hall Kasablanka Jakarta bahwa Bhineka Tunggal Ika akan menjadi inspirasi dunia dan Indonesia akan memainkan peranan penting dalam abad ke-21 dalam hal toleransi dan perdamaian,” ujar Kushartono mengutip pernyataan Obama.
“Jadi sebenarnya pernyataan keyakinan Indonesia akan menjadi negara super power perdamaian ini wajar. Coba angan-angan jika orang lain saja menyakini, masak kita sendiri nggak yakin,” tegas Kushartono.
Selain itu, menurut pria yang juga Pengurus Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia ini, sinyal Indonesia mampu menjadi Imam perdamaian dunia sebenarnya sudah diisyaratkan didalam Pemukaan Undang-Undang Dasar 1945.
“Amanat Pembukaan UUD 1945 alinea pertama menegaskan Indonesia wajib menghapuskan penjajahan diatas duia. Alinea keempat menyebutkan tujuan berdirinnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang keempat adalah menertibkan dunia. Jadi kalau Pemukaan UUD 1945 ini kita lihat dengan rasa, cipta dan karsa kita pasti menyakini Indonesia akan menjadi imam perdamaian dunia. Demikian yang diajarkan oleh tokoh lintas agama Pemrakarsa Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Bapak Kyai Moch Muchtar Mu’thi kepada kami pemuda lintas agama,” papar Kushartono.
BACA JUGA : Pemkot Kediri Promosi Kesehatan di Pasar, Ini Tujuannya
Selain di Situs Ndalem Pojok Kediri, di makam Dr. Wahidin Sudiro Husodo di Sleman Jogja dan Semarang ternyata acara tasyakuran Hari Lahir Budi Utomo ini juga digelar di beberapa kota di Indonesia.
“Selamat mensyukuri hari lahirnya Budi Utomo, semoga bangkit kesadaran kita Indonesia akan menjadi imam perdamaian dunia,” pungkas Kushartono. [nm/ted].






