Ponorogo (beritajatim.com) – Tidak ada rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo di 2023 ini. Sebagai gantinya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo telah mengusulkan 980 formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Pengusulan ratusan formasi itu, sudah disampaikan BKPSDM Ponorogo kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) untuk rekrutmen PPPK tahun ini.
“Tahun 2023 ini, kita tidak ada rekrutmen CPNS. Tetapi kita usulkan rekrutmen tahun ini sebanyak 980 formasi untuk PPPK,” kata Kepala BKPSDM Ponorogo Andy Susetyo, Senin (5/6/2023).
Beda dari usulan PPPK tahun-tahun sebelumnya yang sebagian besar formasi yang diusulkan adalah tenaga pendidik, tahun ini yang terbanyak diusulkan adalah untuk formasi tenaga kesehatan (nakes). Ratusan formasi yang sudah disampaikan ke Kemenpan RB tidak sekedar usulan, BKPSDM Ponorogo, kata Andy telah menginstruksikan kepada setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mendata. Pendataan itu tentunya untuk menganalisis jumlah kebutuhan tenaga PPPK di OPD tersebut.
“Data dari masing-masing OPD itulah yang akan menjadi pijakan kita untuk mengusulkan formasi PPPK ke Kemenpar RB,” katanya.
Baca Juga:
Pemkab Ponorogo Anggarkan Milyaran untuk Face Off Pedestrian Jalan Gajahmada
Dari 980 formasi yang diajukan ke Kemepar RB itu, pencairannya sebanyak 483 formasi PPPK untuk telanjang. Kemudian 276 formasi untuk tenaga teknis dan tenaga pendidik sebanyak 251 formasi. Andy mengaku dalam pengusulan itu, diminta sudah mendapatkan persetujuan dari Bupati Ponorogo. Dia menggarisbawahi bahwa ratusan formasi itu masih menjadi atraksi BKPSDM Ponorogo kepada Kemenpar RB. Tentu kepastian jumlah formasi PPPK sepenuhnya berada di tangan Kemenpar RB.
“Ini kan masih saran, pastinya berapa ya menunggu keputusan dari Kemenpan RB. Tapi ya kepinginnya tidak mengalami perubahan soalnya yang kita usulkan sesuai kebutuhan,” pungkasnya. [end/beq]






