Politik Pemerintahan

Politisi Golkar Pimpin Fraksi Madani di DPRD Pamekasan

Politisi Partai Golkar Pamekasan, Achmad Tatang. [Foto: Istimewa]

Pamekasan (beritajatim.com) – Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Pamekasan, Achmad Tatang ditunjuk sebagai Ketua Fraksi Madani yang terdiri dari tiga partai politik (parpol) koalisi yang membentuk satu fraksi di Gedung DPRD Pamekasan.

Ketiga parpol koalisi tersebut, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Golkar dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Ketiganya merupakan parpol yang tidak bisa membentuk fraksi akibat belum memenuhi ketentuan minimal satu fraksi di legislatif.

“Fraksi Madani terdiri dari tiga parpol berbeda yang beranggotakan sebanyak tujuh orang anggota dewan, yakni tiga orang anggota dewan asal PBB, tiga orang anggota asal Golkar dan satu orang dari Perindo,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Pamekasan, Sulaisi Abdurrazaq, Selasa (27/8/2019).

Dari total tujuh anggota tersebut, seluruhnya sepakat untuk menggarap struktur fraksi parpol koalisi. Sehingga menghasilkan keputusan penting untuk internal Fraksi Madani. “Ini merupakan bagian dari kesepakatan petinggi partai, semua diputuskan dalam nuansa kekeluargaan. Diskusi mengalir dan prinsip utamanya adalah adil dan proporsional,” ungkapnya.

“Selain itu, demi menjaga wibawa Fraksi Madani di DPRD Pamekasan. Maka pemilihan ketua ditentukan melalui berbagai kreteria, di antaranya harus memiliki pengalaman, disepakati oleh partai koalisi, serta mau bertanggung jawab, adil dan proporsional,” jelasnya.

Terdapat dua sosok penting yang dinilai cukup layak dan memenuhi kriteria, yakni Ach Tatang dari Partai Golkar, dan Sulhan dari PBB. “Berdasar kriteria tersebut ada dua nama yang dinilai cukup layak, yakni Achmad Tatang dan Sulhan. Tapi disepakati Ach Tatang sebagai ketua oleh partai koalisi di Fraksi Madani,” tegasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan seputar nama fraksi yang tidak menggunakan embel-embel parpol koalisi. “Sebelum Perindo bergabung, Golkar dan PBB sepakat bentuk Fraksi Bintang Karya. Namun setelah ada Perindo, tiga parpol menggelar diskusi internal dan mencapai mufakat menjadi Fraksi Madani,” bebernya.

“Pilihan kata Fraksi Madani merujuk pada dua hal, pertama sejarah Golkar dan PBB di masa lalu. Kedua konsep kajian politik Islam tentang masyarakat madani yang bermuara pada nuansa politik serta kehidupan kaum muslim di Madinah,” imbuhnya.

Dengan masuknya Perindo sebagai bagian dari koalisi parpol, maka ketiga parpol sepakat menggunakan nama netral dan tidak menonjolkan masing-masing parpol. “Pamekasan Hebat ini tidak bisa lepas dari spirit Gerbang Salam, terbentuknya Fraksi Madani diharapkan menjadi fraksi yang dapat memberikan warna bagi kehidupan politik di Pamekasan. Sehingga nantinya terus berikhtiar menuju masyarakat madani,” pungkasnya.

Dari tujuh orang anggota dewan di Fraksi Madani, masing-masing memiliki peran dan fungsi berdasar aspek struktural. Masing-masing Achmad Tatang (Golkar) sebagai Ketua, Nurul Ahmad Dian Permana (Perindo) sebagai Wakil Ketua, Hamdi (PBB) sebagai sekretaris fraksi.

Sementara empat orang lainnya diplot menempati posisi anggota, masing-masing Alfian Rhomadani (Golkar), Moh Khomarul Wahyudi (PBB), Sulhan (PBB) dan Zainal Afandi (Golkar). [pin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar