Politik Pemerintahan

Perubahan Tarif PDAM, DPRD Surabaya Minta Ini

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno

Surabaya (beritajatim.com) – Komisi B DPRD Kota Surabaya meminta PDAM Surya Sembada perketat validasi data pelanggan. Hal ini digunakan untuk ketepatan pemberian subsidi penggunaan air.

Setelah adanya kenaikan dan subsidi tarif. Hal ini disebut Harmonisasi tarif oleh PDAM, sebab dari kenaikan tarif juga ada subsidi kepada pelanggan yang memenuhi syarat.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya, Anas Karno meminta validasi data pelanggan PDAM yang memiliki riwayat penggunaan air dibawah 10 meter kubik.

“Kita juga mendorong untuk PDAM selalu mengupdate data validasi data, agar kita tahu penyesuaian tarif ini sesuai dengan yang ditargetkan atau masih terlalu jauh untuk memenuhi target,” kata Anas di DPRD Surabaya, Kamis (5/1/2023).

Anas juga mengatakan akan mengundang PDAM usai melakukan validasi data pelanggan selama jangka waktu satu bulan. Dengan jangka waktu satu bulan itu, pihaknya akan mengetahui prosentase kenaikan tarif dan jumlah penerima bantuan subsidi.

Sebab, beberapa kriteria penerima bantuan subsidi diantaranya penggunaan air rumah tangga dibawah 30 meter kubik. Yakni dengan kriteria lebar jalan kurang dari 3 meter, daya listrik terpasang kurang dari 900 VA, luas bangunan kurang dari 45 meter persegi, dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) persil kurang dari Rp 100 juta.

“Pak Dirut (PDAM) mengatakan kalau ada mahasiswa yang di PDAM, akan melakukan verifikasi dan validasi di lapangan untuk menyampaikan tarif baru kepada pengguna PDAM, serta menerangkan kalau tarif ini berasaskan keadilan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Arief Wisnu Cahyono mengatakan harmonisasi tarif baru ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.

Selain itu, ada pula Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/775/KPTS/013/2021 tentang Penetapan Tarif Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum bagi BUMD Kabupaten/Kota.

Kemudian, dua peraturan itu kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 123 Tahun 2022 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Daerah Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya.

Maka, dengan tarif yang baru ini, Arief mengaku bahwa subsidi tersebut akan lebih tepat sasaran. Para pelanggan akan dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok 1, kelompok 2, dan kelompok 3. Setiap kelompok itu, tarifnya disesuaikan dengan beberapa klasifikasi.

“Pelanggan rumah tangga yang memiliki luas rumah (bangunan) dibawah atau sama dengan 45 meter persegi, lebar jalan 3 meter, daya listrik kurang dari 900 VA, dan NJOP kurang dari Rp 100 juta, kalau dulu (tarif lama) dikenakan pemakaian diatas 20 meter kubik dikenakan biaya Rp 1.800, sekarang malah diatas 30 meter kubik menjadi Rp 2.600. Artinya, kenaikannya hanya sekitar 44 persen. Bahkan Pak Wali (Eri Cahyadi) meminta untuk rumah tangga tertentu, kebutuhan dasarnya kita cukupi sampai dengan 30 meter kubik dengan digratiskan,” katanya.[asg/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar