Pasuruan (beritajatim.com) – Menjawab keresahan warga, Dinas Lingkungan Hidup Provionsi Jawa Timur langsung turun tangan mengambil sample air sungai Welang. Namun tak hanya petugas dari DLH Jatim, aparatur TNI dari Komando Rayon Militer (Koramil) Wonorejo juga turut mendampingi.
Terlihat anggota TNI mendampingi saat petugas DLH Jatim mengambil sample air di sungai Welang yang diduga tercemar limbah dari PT Satoria Grup. Menurut Danramil Wonorejo, Kapten Kav Nurhaedi mengatakan bahwa pihaknya hanya melakukan pendampingan.
Hal ini dikarenakan posisi sungai Welang berada di perbatasan antara Kecamatan Kejayan dan Kecamatan Wonorejo. Sehingga pihaknya hadir untuk memastikan bahwa masyarakat aman dan terkendali. “Untuk saat ini memang wilayah Kecamatan Wonorejo kondusif sehingga kami memastikan disini. Ditambah lagi wilayah pabrik Satoria ini berada di wilayah Kecamatan Wonirejo,” kata Nurhardi, Jumat (20/10/2023).
Saat ditanya keterlibatannya sebagai anggota TNI, Nurhaedi mengatakan bahwa dirinya hanya sebagai pengamanan wilayah. “TNI kan dibagi menjadi dua, satuan tempur dan satuan kewilayahan. Ya ini karena kami merupakan bagian teritorial, sehingga kami nengendalikan wilayah,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Hanan, salah satu warga yang terdampak menyayangkan pendampingan aparatur TNI yang ikut terjun mendampingi DLH Jatim. Sehingga dirinya berharap agar aparat TNI lebih berpihak kepada rakyat yang berdampak. “Karena TNI berasal dari rakyat, anak kandung rakyat, maka sudah semestinya mengawal kepentingan rakyat. Tidak etis jika aparat TNI malah terkesan mewakili kepentingan perusahaan,” kata Hanan. (ada/kun)
BACA JUGA: Pemkab Pasuruan Terima Dana BNPB untuk Atasi Kekeringan






