Banyuwangi (beritajatim.com) – Program bedah rumah atas kolaborasi dari Pemda Banyuwangi dan Pemerintah Pusat terus berlanjut. Kali ini, program itu menyasar 1.300 rumah tak layak huni milik warga Banyuwangi.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terus bersinergi, yang bersama-sama, bergotong royong membantu warga Banyuwangi. Terima kasih kementerian PUPR, DPR RI, dan DPRD Banyuwangi, dan seluruh pihak yang ikut berkontribusi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Baca Juga:
Banyuwangi Percepat Pembangunan, Ratusan Kilometer Jalan Mulus
Tujuan dari program ini, kata Ipuk, merupakan sebuah stimulan bagi warga. Dampaknya, agar dapat meningkatkan taraf kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Program ini jangan sekadar menyediakan rumah layak huni. Namun juga harus diperhatikan sirkulasi udara dan air bersihnya. Saya sudah memnita para camat dan kepala desa mengawal ini agar masyarakat tak hanya nyaman namun juga lebih sehat tinggal di rumah barunya,” kata Ipuk.
Ipuk menyebut, selain yang bersumber dari pemerintah daerah, anggaran bedah rumah di Banyuwangi juga berasal pemerintah pusat dan gotong royong dengan berbagai pihak lainnya. Contohnya, program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari Kementerian PUPR.
“Tahun ini, Banyuwangi mendapatkan alokasi BSPS untuk 930 unit rumah yang tersebar 17 kecamatan,” terang Ipuk. (rin/ted)






