Magetan (beritajatim.com) – Pawai Budaya bakal digelar di Magetan pada 26 Agustus 2023. SMP sederajat, SMA ,sederajat hingga kalangan umum boleh mendaftar. Namun, karena gelaran itulah sejumlah sekolah di Magetan pun memutuskan untuk ikut. Baik secara gabungan dengan sekolah lain maupun mandiri.
Karena minimnya anggaran sekolah, maka munculah penarikan sumbangan terhadap siswa usai koordinasi antara sekolah dengan Komite.
Belakangan, audah ada edaran di beberapa sekolah jika siswa dimintai iuran senilai Rp35.000 hingga Rp60.000 per anak. Tujuannya, agar sekolah bisa menyukseskan pawai budaya yang digelar Pemkab Magetan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan itu.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Suwata membenarkan jika memang ada sekolah yang menarik sumbangan pada siswa. Namun, pihak sekolah dilarang mengelola duit sumbangan tersebut. Yang boleh mengelola yakni Komite.
“Pada dasarnya sekolah ini memang diminta ikut, karena siswa yang jadi peserta. Namun, memang anggaran sekolah secara umum tak akan cukup untuk menyiapkan segala hal untuk Pawai Budaya ini. Saya sudah katakan ke sekolah, jika terkendala biaya maka bisa berkoordinasi dengan Komite,” kata Suwata saat ditemui di kantornya, Selasa (22/8/2023).
Dia sudah mewanti-wanti pihak sekolah agar tak memaksakan ikut pawai budaya jika orang tua siswa merasa keberatan dengan penarikan sumbangan. Karena, pada dasarnya sekolah tidak wajib ikut. Selain itu, dia ingin orang tua siswa tidak terbebani sejumlah biaya jika anaknya ikut Pawai Budaya.
“Yang penting ketika minta sumbangan dengan Komite Sekolah ini kan jangan sampai membebani orang tua siswa. Saya harap semua sekolah bisa memahami kondisi orang tua siswa. Sekaligus, mereka harus memberikan pemahaman pada orang tua, jika merasa keberatan harap segera disampaikan langsung pada pihak sekolah,” pungkasnya. [fiq/kun]
BACA JUGA: Fakta-fakta Misteri dan Angkernya Jembatan Ngujur Magetan






