Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Bayi di Perut Nendang-nendang

Hamil 9 Bulan, Perempuan di Ponorogo Nekat Ikut Tes SKD CPNS

Salah satu peserta tes SKD CPNS Ponorogo yang hamil tua. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Bagi pejuang NIP (nomor induk pegawai), apapun keadaannya tetap menempuh tahapan-tahapannya. Bahkan jika dirinya dalam keadaan hamil, tetap berangkat untuk melakukan tes. Seperti yang terjadi salah satu calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkab Ponorogo ini.

Di hari kedua pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD), ada peserta yang nekat melakukan tes meski usia kehamilannya sudah 9 bulan. Bahkan sudah lewat hari perkiraan lahirnya. “Ya bismillah, ikut tes SKD, siapa tahu rezeki si jabang bayi di perut,” kata si ibu hamil Pramita Kusumaningrum, saat ditemui awak media usai tes SKD di GOR Singodimedjo, Sabtu (9/10/2021).

Aning panggilannya mengungkapkan bahwa usia kehamilannya ini sudah 9 bulan, HPL (hari perkiraan lahir)-nya pun sudah lewat. Dirinya dan suami sudah konsultasi ke dokter, dan sudah direncanakan bahwa pada Senin (11/10/2021) dilakukan operasi caesar. “Tadi saat mengerjakan tidak ada kendala berarti, ya si jabang nendang-nendang tapi tidak masalah,” ungkapnya.

Dia menyebut, selain dirinya, banyak juga peserta lain yang juga dalam keadaan hamil. Bahkan tadi ada peserta yang baru melahirkan pada pukul 02.00 WIB dini hari, juga mengikuti tes SKD. Aning bercerita bahwa peserta yang keadaan hamil diprioritaskan, mulai dari antrian masuk hingga masuk ke ruangan tes di dahulukan. “Secara overall panitia sudah bagus dalam memprioritaskan peserta yang hamil,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ponorogo, Winarko Arief menyebut, di setiap sesi tes hampir pasti ada peserta yang dalam keadaan hamil. Pihaknya pun selalu mendahulukan peserta yang hamil tersebut.

Selain itu juga menyediakan ruangan kesehatan dan mobil ambulans. “Jadi jika sewaktu-waktu ada peserta yang merasa ingin melahirkan, bisa melaporkan diri, kita bisa membawa ke rumah sakit terdekat,” ungkap Winarko.

Namun, jika memang harus melahirkan di tempat tes, panitia juga sudah menyiapkan tempat dan tenaga kesehatan. Sehingga untuk permasalahan persalinan bisa diatasi. “Peserta yang hamil bisa dikatakan banyak, selalu kita utamakan. Duduknya pun kita tempatkan yang nyaman,” pungkasnya. [end/suf]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar