Politik Pemerintahan

Susuri Sungai Bengawan Solo

Ganjar Pranowo Akan Gandeng Emil Dardak

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menghadiri Webinar Forum Komunikasi (Sinergitas) Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Tengah dalam pengelolaan dan Penanganan Dampak Sungai Bengawan Solo.

Ganjar menilai bahwa spirit seperti ini (forum sinergitas) harus dijaga, menginventarisasi lebih detail serta berkoordinasi dengan lembaga atau sektor lain termasuk kemudian di dalamnya membuat rencana aksi. “Teman-teman Jatim tenang saja, saya sama Mbak Khofifah enak, sama Mas Emil ah opo maneh, sering WhatsApp-an jadi gampang,” tutur Ganjar.

Ganjar Pranowo terang-terangan merencanakan akan menggandeng Emil Dardak saat menyusuri sungai dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. “Kalau perlu kita nanti patroli bersama. Mungkin kita akan susur sungai, jika saya ajak Mas Emil susur sungai dari Jateng sampai Jatim itu kan keren. Maka, ini nanti akan kita siapkan. Nanti saya mas Emil siap untuk bicara dengan Kementerian PUPR dengan Dirjen PSDA agar kita nanti carikan formatnya apapun bentuknya yang penting ada aksi,” lanjut Ganjar.

Di sisi lain,.Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan siap untuk berkomitmen dalam penanganan Sungai Bengawan Solo bersama Provinsi Jawa Timur dan siap menindak lanjuti dari hasil forum tersebut.

Sedangkan, Wagub Emil Dardak memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum ini, menurut Wagub millenial ini menyampaikan bahwa Sungai Bengawan Solo perlu penanganan yang terintegrasi. “Apresiasi atas terselenggaranya forum sinergi lintas provinsi ini. Kita ketahui bersama bahwa dalam mengelola sungai, batasan-batasan yuridis itu harus mengalah dengan batasan-batasan ekologis, artinya sungai ini dari hulu ke hilir tidak boleh dikelola secara parsial tapi harus terintegrasi,” lanjut Wagub Doktoral ini.

Dalam kesempatan sebelumnya, Wagub Emil telah berkunjung ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. “Kami belum lama ini sebenarnya sudah berkunjung ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo untuk membicarakan banyak hal terkait apa yang menjadi prioritas dalam penanganan jangka pendek. Di antaranya, Bendung Gerak Karang Nongko harus bisa terlaksana, kemudian juga Jabung Ring Dyke, kemudian juga ada beberapa proyek-proyek yang termasuk di dalam Perpres 80 perlu kita pastikan kesiapan pelaksanaanya,” imbuhnya.

Emil lalu meminta dukungan, khususnya dari DPRD Jawa Timur untuk mengawal penanganan Sungai Bengawan Solo bersinergi dengan Provinsi Jawa Tengah yang menjadi tumpuan hidup bagi jutaan masyarakat Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Kami mohon dukungan DRPD Provinsi Jawa Timur, kita bersama-sama untuk mengawal apa yang menjadi porsinya dari Pemprov supaya kemudian ini sinergis dengan Provinsi Jateng. Kita berharap bahwa penanganan yang bersifat engineering, daya dukung resapan air, dan law enforcement di mana tiga-tiganya bisa menjaga kesinambungan dari Sungai Bengawan Solo yang sekali lagi menjadi tumpuan hidup bagi lebih dari sepuluh juta masyarakat Jawa Timur dan lebih dari 7 juta atau hampir 8 juta masyarakat Jateng,” pungkas suami Arumi Bachsin ini. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar