Politik Pemerintahan

Empat Kontraktor Ingin Kembalikan Fee Proyek ke Kasda Jember

Jember (beritajatim.com) – Panitia angket DPRD Jember, Jawa Timur, memanggil lima orang pengusaha jasa konsultan perencana proyek, Senin (27/1/2020). Mereka berniat mengembalikan fee (upah) proyek kepada kas daerah.

Wakil Ketua Panitia Angket David Handoko Seto mengatakan, rapat berjalan tertutup. Dia juga merahasiakan nama-nama pengusaha yang diundang kepada pers.

“Target kami adalah pengakuan dari para konsultan ini dan keterlibatan mereka dengan F,” kata David. F adalah kontraktor konsultan perencana yang menguasai pengerjaan banyak proyek infrastruktur bangunan kantor pemerintahan dengan taktik meminjam bendera perusahaan lain.

Nama F muncul setelah peristiwa ambruknya atap bangunan kantor Kecamatan Jenggawah yang tengah dibangun. Saat ini F ditahan Kejaksaan Negeri Jember karena kasus dugaan korupsi Pasar Manggisan.

Menurut David, empat konsultan yang mengerjakan proyek kecamatan mengakui adanya peminjaman bendera perusahaan oleh F. “Mereka mengaku tidak tahu apapun tentang pekerjaan itu. Tidak pernah ada tanda tangan kontrak, tidak pernah ada profil perusahaan yang diajukan kepada organisasi perangkat daerah. Tahu-tahu mereka saat pencairan dana dihubungi F, bahwa uang sudah masuk rekening. Mereka kemudian memberikan 92 persen kepada F, 8 persen menjadi hak mereka karena pinjam bendera tadi,” katanya.

Para rekanan ini sudah tahu jika upah peminjaman bendera adalah delapan persen dari nilai kontrak konsultan per proyek. “Yang menarik, mungkin karena para konsultan tadi merasa bersalah terhadap terjadinya dinamika di Jember, mereka ingin mengembalikan uang fee delapan persen ini kepada kas daerah melalui aparat penegak hukum,” kata David.

Mereka juga akan melaporkan dugaan pemalsuan dokumen, penipuan, dan pemalsuan tanda tangan oleh F kepada penegak hukum. [wir/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar