Politik Pemerintahan

Cuma Andalkan Wisata Religi

Dewan Tolak Anggaran Promosi Wisata Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Pariwisata di Kabupaten Gresik dari tahun ke tahun hanya mengandalkan wisata religi. Dua wisata religi itu yakni makam Sunan Giri dan Syekh Maulana Malik Ibrahim yang memberi konstribusi sebesar 80 persen PAD.

Sehingga, kalangan dewan menolak anggaran promosi wisata yang diajukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik. Ketua Komisi II DPRD Gresik Markasim Halim Widianto mengatakan, permintaan kenaikan untuk promosi wisata itu tidak tepat.

Lebih lagi sektor wisata religi memang selalu tinggi kunjungannya tanpa adanya promosi sekalipun. “Berbeda halnya kalau ada Perda wisata Bawean, itu baru perlu promosi,” katanya, Senin (16/12/2019).

Politisi Gerindra itu menyebut, wisata di Bawean memang menjadi alternatif untuk pengembangan wisata di Gresik. Lebih lagi, Pulau Bawean sudah banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. “Semua harus serius. Buat Perdanya dulu. Kalau ada Perda, kan enak untuk pola pengembangannya,” tutur Markasim.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II Syahrul Munir menyatakan, anggaran promosi pariwisata tahun 2020 nanti sebesar Rp 1 miliar. Memang pihaknya menyoroti terkait kegunaan dana itu. “Secara teknis promosi wisata di Gresik belum maksimal dan tidak ada inovasi,” tutur politisi PKB itu. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar