Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Cak Kusnan Seniman Surabaya Demo Setengah Telanjang di Taman Apsari

Surabaya (beritajatim.com) – Aksi nyentrik dilakukan oleh salah satu seniman Surabaya, Kusnan Hadi atau yang sering dipanggil Cak Kusnan yang memprotes sikap partai politik
(Parpol) memasang baliho di jalanan Kota Surabaya.

Aksi tersebut dilakukan di depan Taman Apsari depan Kantor Gubernur Jawa Timur, pada Selasa, (10/08/2021).

Dikonfirmasi beritajatim.com, Cak Kusnan mengaku kecewa dengan sikap tokoh partai politik yang lebih memilih berebut kursi Presiden tahun 2024 daripada berlomba – lomba mensejahterakan rakyat.

“Ini sebagai bentuk pesan kepada seluruh partai yang kadang masih mementingkan kepentingan partai. Partai oposisi ingin menjatuhkan, partai pemerintahan ingin promosi untuk 2024. Kan masyarakat saat ini tidak butuh itu, Masyarakat butuh nasi butuh uang”, ujar Kusnan saat dikonfirmasi beritajatim.com, Selasa, (10/08/2021).

Ditanya tentang aksinya yang setengah telanjang, ia menjelaskan bahwa ini adalah bentuk
kemarahannya kepada pemerintah.

“Jika pemerintah marah saat saya aksi telanjang, seharusnya mereka lebih marah lihat perut
rakyat yang telanjang kelaparan, lebih marah melihat pejabat yang otaknya telanjang korupsi bantuan rakyat,”ujarnya.

Selain setengah telanjang, ia juga memasang beberapa poster di pagar kawat Taman Apsari Surabaya. Sambil membawa poster yang bertuliskan “Kami Butuh Uang”, Kusnan menggambarkan kekecewaan dengan sikap parpol yang selama pemberlakuan PPKM tidak ikut memberikan
simpati kepada masyarakat.

Kusnan Hadi atau yang sering dipanggil Cak Kusnan demo slo di Taman Apsari Surabaya

Ditanya lebih lanjut apakah Kusnan akan melepas posternya, ia hanya menjawab biarkan posternya dilepas oleh alam.

“Kalo mereka pasang baliho partai di seluruh Indonesia dengan biaya milyaran, Kusnan cukup 30 ribu. Dan biarkan alam yang melepas poster yang saya pasang,” tambahnya.

Kusnan berharap, jika PPKM memang terus diperpanjang ia mengharapkan pelonggaran agar masyarakat terus bisa makan. Ia pun setuju dengan penerapan prokes yang ketat.

“Andai PPKM dilanjut, tolong aturannya dilonggarkan. tolong dibuka jalannya. Saya setuju kalo menerapkan prokes yang ketat. Karena masyarakat ini capek dengan aturan yang ada.” tutupnya. (ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar