Surabaya (beritajatim.com) – Usai menerima laporan terkait Syafii (21) debt collector Kredivo yang dibacok oleh warga Tambak Asri di Jalan Pakis Gunung Minggu (27/11/2022) lalu, anggota Polsek Sawahan langsung melakukan penyelidikan.
Hal itu disampaikan langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Sawahan, Iptu Hafis Mokoginta. Kepada awak media, mantan Kanit Resmob Polrestabes Surabaya tersebut mengatakan pihaknya akan memanggil saksi-saksi dalam kejadian tersebut. “Kita akan segera memanggil saksi dan periksa pelaku. Terus kita gelar. Kalau memang terbukti kita naikkan tersangka,” ujar Hafis, Selasa (29/11/2022).
Hafis menjelaskan jika kejadian itu bermula dari 4 debt collector Kredivo yang menagih hutang ke rumah Pamulasih di Pakis Gunung, saat itu, dua penagih hutang masuk kerumah dan dua lainnya menunggu diluar. Karena tak kunjung menemui kesepakatan, nasabah dan keempat debt collector ribut. “Jadi ceritanya DC nagih ke rumahnya nasabah. Suaminya nasabah nanyain ada surat tugasnya. Kata DC ngapain nanya surat tugas, emang mau bayar. Tiba-tiba tetangganya ikut ngusir,” imbuh Hafis.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pembacokan”]
Setelah keempat debt collector pergi, suami dari Pamulasih tak terima. Ia lantas mengambil sajam dan mengejar para penagih hutang. Saat diujung jalan, suami Pamulasih langsung menebaskan sajam beberapa kali ke salah satu penagih hutang bernama Syafii. “Langsung kita buatkan laporan, dan visum. Besok kita panggil saksi. Mungkin sakit hati menanyakan surat perintah tidak dikasih,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan beritajatim.com, tak terima ditagih hutang, warga Tambak Asri, Sawahan, nekat membacok debt collector yang datang ke rumah kosnya di Pakis Gunung Surabaya, Minggu (27/11/2022) sore. Akibat kejadian itu, Syafii (21) debt collector Kredivo mengalami luka dan harus mendapat perawatan oleh tenaga medis.
Wawan (32) warga Tambak Asri mengatakan jika kejadian tersebut terjadi ketika Syafii dan dua temannya menagih hutang di rumah Pamulasih. Saat itu, ketiga debt collector sempat berunding untuk penyelesaian hutang sebesar 5 juta rupiah. “Datengnya 4 orang mas. Sempet ada ribut-ribut, pas 4 debt collector itu balik, suaminya Bu Pamulasih itu lari sama bawa golok, terus disabet kena kepala salah satunya,” ujarnya, Selasa (29/11/2022). (ang/kun)






