Surabaya (beritajatim.com) – Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengidentifikasi pelaku jambret yang menewaskan Edi Sutrisno (50) warga Desa Kuncup, Kec. Pucuk, Lamongan, di Jl Kupang Jaya, Minggu (10/10/2021) sekitar pukul 22.30 WIB.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya menjelaskan bahwa pelaku berjumlah lebih dari dua orang. Ia meminta kepada para pelaku untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.
“Kami sudah mengantongi identitas para pelaku, dan kami minta kepada mereka agar segera menyerahkan diri untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum,” terang Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Mirzal Maulan, Sabtu (16/10/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”jambret”]
Mirzal menjelaskan, dari hasil penyelidikan dan sejumlah rekaman cctv saat terjadinya aksi kejahatannya tersebut, memastikan pelaku berjumlah lebih dari dua orang yang menggunakan dua kendaraan dengan membagi peran.
“Mereka saling membagi tugas, ada yang berperan sebagai eksekutor dan satu lagi menjadi kipas. Kendaraan yang dibelakang ini untuk menghalangi bila ada yang mengejar,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Korban jambret di Jl Kupang Jaya, Surabaya, Edi Sutrisno (50), tewas saat tiba di RSAL dr Ramelan, Minggu (10/10/2021) sekitar pukul 22.30 WIB.
Usai terjatuh setelah dijambret, warga Desa Kuncup, Lamongan ini sempat dibawa Yoga (saksi) ke RS Wiliam Booth, namun ditolak pihak rumah sakit dan diarahkan ke RSAL.
“Melihat korban mengalami luka parah, kami membawanya ke RS William Booth, namun ditolak pihak rumah sakit dan diarahkan ke RSAL dr Ramelan,” ungkapnya.
Saksi menambahkan, sesaat tiba di RSAL dr Ramelan, korban sudah meregang nyawa karena luka parahnya telat mendapat penanganan medis. “Sesampainya di RSAL dr Ramelan, korban sempat mendapat pertolongan dari dokter, namun nyawanya tidak dapat tertolong,” imbuhnya.
Sementara Ali, saksi yang berada di lokasi kejadian menambahkan, dirinya mendengar suara benturan cukup keras disusul teriakan minta tolong. “Kami sangat kaget saat mendengar suara benturan cukup keras dan istri korban berteriak jambret. Saat saya datangi dengan teman, korban sudah tergeletak dan kondisinya cukup parah,” ujarnya.
Saksi mengatakan lebih lanjut, korban mengendarai motor Honda Beat putih S 4478 JAU, berboncengan dengan istri juga anak perempuannya yang masih kecil. “Mereka dari arah barat dan tas istri korban ditarik hingga terjatuh. Anaknya mengalami luka di keningnya,” ujarnya lebih lanjut.
Ali juga mengungkapkan, bahwa dalam sebulan terakhir di lokasi tersebut sudah tiga kali terjadi aksi penjambretan. “Sekitar sebulan ini, sudah tiga kali terjadi aksi penjambretan disini,” pungkasnya. (ang/kun)






