Magetan (beritajatim.com) – Penyebab kecelakaan tunggal buas pariwisata nopol H 1470 AG yang masuk jurang di kawasan Jalan Tembus Sarangan Tawangmangu masuk Kelurahan Sarangan Kecamatan Plaosan Magetan Jawa Timur, Minggu (4/12/2022) masih misteri.
Hingga Minggu malam (4/12/2022), pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan di lokasi. Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur pun sudah datang ke lokasi. Rencanaya dari Korlantas Polri juga bakal mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami masih melakukan pemeriksaan di lokasi. Ini subdit gakkum Polda Jawa Timur masih melakukan pemeriksaan juga. Kemungkinan Korlantas juga bakal datang ke lokasi,” kata Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan, Minggu (4/12/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”kecelakaan-sarangan”]
Ridwan mengungkapkan, pihaknya belum memastikan penyebab kecelakaan. Karena masih perlu pendalaman lebih lanjut berikut dengan kondisi bus. Menurut dia, masih perlu pemeriksaan mendalam sebelum memastikan penyebabnya. “Masih belum kami pastikan ya. Perlu diperiksa dulu. Kami masih lakukan olah TKP,” lanjut Ridwan.
Korban meninggal yakni Muhammad Barliyan (52) sang sopir, warga Kelurahan Kemijen Kecamtan Semarang Timur Kota Semarang. Kemudian, Kabul (62), Wachid (58) , Sutarjo (56) dan Wirti Suci Raharti (49), Sukini, dan Sumiati, yang merupakan warga Kelurahan Manyaran Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Diketahui, sebuah bus pariwisata mengangkut 52 orang terjun ke jurang di pinggir jalan Raya Sarangan-Tawangmangu atau jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan tepatnya di atas Wisata Lawu Green Forest (LGF) Kelurahan Sarangan, Plaosan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (4/12/2022) pukul 11.00 WIB. Bus bernopol H 1470 AG itu terjun ke jurang sedalam 30 meter usai menghantam guardrail atau pembatas jalan hingga rusak.
Total ada 7 orang meninggal dunia termasuk sang pengemudi bus. Kemudian, 32 korban dinyatakan luka-luka. Sebagian masih menjalani perawatan di RSUD dr Sayidiman, pun sebagai bakal dijemput oleh Pemkot Semarang. Polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Diduga, bus pariwisata tersebut mengalami gangguan fungsi rem. Mesin bus dalam kondisi mati sebelum akhirnya menabrak guardrail atau pembatas jalan hingga akhirnya jatuh ke jurang sedalam 30 meter. [fiq/suf]






