Surabaya (beritajatim.com) – Polda Jawa Timur mendirikan tenda posko Crisis Center di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya sebagai bentuk tanggap darurat bagi keluarga korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Posko ini disiapkan untuk memudahkan keluarga yang menunggu proses identifikasi jenazah oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.
Kabiddokes Polda Jatim, Kombes Pol M. Kusnan Marzuki, menjelaskan bahwa sejak Jumat malam (3/10/2025), sejumlah keluarga korban telah memilih untuk menginap di tenda posko yang disediakan di area RS Bhayangkara Surabaya.
“Keluarga korban yang menunggu hasil identifikasi sudah kita siapkan tenda posko Crisis Center RS Bhayangkara,” ujar Kombes Kusnan, Senin (5/10/2025).
Ia menambahkan, keberadaan posko tersebut bertujuan agar keluarga dapat selalu berada di dekat sumber informasi resmi terkait perkembangan proses identifikasi korban.
Selain itu, posko juga difungsikan sebagai pusat koordinasi antara petugas DVI dan pihak keluarga, termasuk untuk pendataan dan pelayanan kebutuhan dasar selama menunggu hasil pemeriksaan forensik. [uci/beq]






