Surabaya (beritajatim.com) – Gangguan pencernaan dari waktu ke waktu sering disepelekan, namun jika gejala yang dirasakan sudah parah itu berarti sudah penyakit yang serius.
Sebagai salah satu gangguan pencernaan yang paling sering didiagnosis adalah penyakit gastroesophageal reflux atau GERD. Lebih dari 20% populasi di Indonesia pernah didiagnosis mengalami GERD.
Kondisi Penderita GERD dan Resiko Penyakit Lain
GERD adalah kondisi tidak nyaman yang seringkali berdampak signifikan pada kualitas hidup. Asam lambung meradang ke kerongkongan, dan ketika cukup sering terpapar dengan kandungan asam, lapisan dalam kerongkongan, atau mukosa, mulai rusak.
Jika tidak diobati, GERD dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada kerongkongan. Dalam beberapa kasus, hal itu dapat menyebabkan kondisi kesehatan seperti esofagus Barrett (kondisi prakanker), penyempitan esofagus, atau esofagitis erosif.
Cara Mengobati GERD
Perubahan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat wajib dilakukan penderita GERD. Melansir Healthline, untuk obat yang digunakan untuk mengobati refluks asam disebut pereduksi asam.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kesehatan”]
Obat yang paling umum adalah antasida seperti Tums, penghambat histamin-2 seperti famotidine, dan penghambat pompa proton seperti omeprazole.
Makanan Terlarang Untuk Penderita GERD
Hindari makanan yang sangat asam, pedas, atau tinggi lemak. Penderita juga disarankan untuk stop makanan cepat saji dan makanan olahan yang tinggi garam dan lemak jenuh.
Gula sederhana seperti yang ada pada makanan karbohidrat juga harus dibatasi. Perbanyak konsumsi buah, sayuran dan biji-bijian. Hal ini dikarenakan makanan nabati utuh memiliki banyak serat yang dicerna sehingga mengurangi ketegangan pada perut.
Mengurangi alkohol dan minuman berkarbonasi juga penting, karena kandungan keduanya yang bersifat asam dan memicu gelembung udara dapat memicu refluks asam.
Melansir Healthline, berikut pola makan yang harus dilakukan penderita GERD:
- Makan dengan porsi sedikit
Lebih baik dalam makan porsi sedikit namun berulang-ulang daripada makan tiga kali sehari dengan porsi besar. - Makan perlahan
Penderita GERD dianjurkan untuk mengunyah lebih lambat. Agar terbiasa cobalah untuk meluangkan waktu dan menikmati makanan. Mengunyah perlahan dapat membantu sistem pencernaan memindahkan makanan lebih cepat dan lebih efisien melalui usus. - Tetap tegak setelah makan
Gravitasi berperan dalam cara makanan bergerak melalui sistem pencernaan. Berbaring setelah makan dapat meregangkan sfingter esofagus bagian bawah dan menyebabkan atau memperburuk refluks asam. Menunggu setidaknya 3 hingga 4 jam setelah makan sebelum berbaring atau tidur dapat meringankan gejala. - Minum sebelum atau sesudah makan
Minum saat makan dapat menambah volume lambung, jadi minum sebelum atau sesudah makan bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk penderita GERD. - Pertahankan berat badan yang sehat
GERD juga bisa semakin berisiko dengan peningkatan berat badan dan obesitas. Penelitian telah menunjukkan bahwa individu dengan BMI rata-rata pun dapat mengalami gejala GERD setelah kenaikan berat badan yang signifikan. - Latih pernapasan diafragma
Pernapasan dapat membantu tubuh kita rileks dan dapat mengurangi stres yang sering dikaitkan dengan GERD.
(kai/nap)






