Surabaya (beritajatim.com) – Minggu pagi di Surabaya semakin meriah dengan gelaran Pokoke Sepedahan Fest, event yang memadukan olahraga, musik alternatif, dan dukungan terhadap UMKM lokal dalam satu rangkaian acara penuh kebersamaan.
Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB, ketika lebih dari 250 peserta berkumpul di Taman Lansia Surabaya untuk memulai fun ride keliling kota. Tak ada batasan jenis sepeda yang digunakan. Berbagai jenis sepeda ikut meramaikan, mulai dari fixie, sepeda lipat, hingga low rider dengan tampilan mencolok.
Setelah mengayuh pedal menyusuri beberapa titik ikonik di Surabaya, para pesepeda kemudian menuju Kateko Kafe sebagai lokasi finish sekaligus arena hiburan. Panitia menyediakan snack dan minuman untuk 200 pesepeda yang pertama mencapai finish.
Di tempat inilah energi semakin memuncak lewat suguhan musik punk, hip hop, dan hardcore dari delapan band lokal yang tampil: Majid Bersaudara, As One, Madonna Is Murder, Boikot, Destino, Freeball, Strive The Pain, Indahnya Pohon Cemara, dan Plester-X.
Gemuruh musik khas skena independen Surabaya ini menjadi ruang ekspresi anak muda kota, memperkuat semangat kebersamaan setelah bersepeda bersama.
Selain musik, dukungan terhadap kreasi lokal juga tampak dalam partisipasi tenant UMKM Surabaya. Berbagai produk karya anak muda hadir seperti sepatu lokal, parfum lokal, topi hingga jaket, yang turut menyemarakkan event ini sekaligus memperkenalkan brand lokal ke komunitas yang lebih luas.
Ketua panitia Dinar menyebutkan bahwa acara ini lahir dari semangat komunitas dan keinginan mempertemukan berbagai kalangan.
“Ini ajang kumpul yang positif. Dari sepeda, musik alternatif, hingga UMKM—semua bisa tumbuh bersama. Dan kami ingin tetap gratis untuk siapa saja yang ingin ikut,” ujar Dinar.
Salah satu peserta, Andhi, terlihat antusias mengikuti rangkaian acara.
“Pagi gowes bareng, habis itu nonton gigs. Walaupun bangun pagi itu agak berat, tapi suasananya seru banget,” katanya.
Dengan antusiasme besar dari peserta dan penonton, Dinar berharap Pokoke Sepedahan Fest bisa hadir lagi dalam volume berikutnya, tetap tanpa tiket masuk dan menjadi ruang silaturahmi kreatif bagi warga Surabaya. [can/beq]






