Jombang (beritajatim.com) – Pimpinan Cabang (PC) PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Jombang meminta Kapolda Jatim Irjen Toni Harmanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat dari jabatannya. Hal itu menyusul terjadinya kericuhan di depan pendapa kantor Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Senin (20/3/2023), saat mahasiswa melakukan demonstrasi.
Pasalnya, dalam bentrok tersebut ada 10 aktivis PMII Jombang yang mengalami luka lebam. PMII menilai sejumlah anggota Polres Jombang bertindak brutal saat melakukan pengamanan demonstrasi kelompok Cipayung (PMII, HMI, GMNI). “Kapolres Jombang harus bertanggung jawab. Makanya kami meminta Kapolda Jatim dan Kapolri mencopot Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat dari jabatannya,” ujar Ketua PC PMII Jombang Rizal Abdillah.
Rizal mengakui, 10 temannya yang menderita luka ringan itu sudah tertangani. Saat ini semunya dalam kondisi baik. “Polisi melakukan tindakan represif dalam pengamanan demontrasi tersebut. Kawan-kawan kami dipukuli. Bukan hanya polisi, tapi juga Satpol PP,” lanjut Rizal.
BACA JUGA:
Demo Mahasiswa Tagih Janji Politik Bupati Jombang Berujung Ricuh
Dia menjelaskan, pemukulan itu bermula ketika ratusan aktivis dari PMII, HMI dan GMNI menggelar aksi evaluasi lima tahun kinerja Bupati Mundjidah dan Wakil Bupati Sumrambah. Namun saat berjalannya aksi, Bupati Mundjidah tidak ada di tempat. Pendemo hanya ditemui oleh Asisten 1 Bupati Jombang, Purwanto dan Kepala Bappeda Danang.
Pesserta aksi meminta masuk ke dalam pendapa rumah dinas Bupati Jombang. Namun diadang oleh pihak kepolisian. Akibatnya, tindakan saling dorong tidak terhindarkan. Namun sangat disayangkan respon aparat kepolisian dan satpol PP cenderung represif. Hingga terjadilah kericuhan.
“Kami juga mohon dukungan kepada seluruh sahabat-sahabat PMII se-Indonesia raya. Agar oknum kepolisian dan satpol PP yang bertindak brutal untuk ditindak tegas. Serta kami meminta kepada Kapolda Jawa Timur dan Kapolri untuk mencopot Kapolres Jombang AKBP Nur Hidayat dari jabatannya,” pungkasnya. [suf/ted]






