Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 25 personel Korps Sukarelawan (KSR) dari berbagai lembaga pendidikan di Pamekasan mengikuti Orientasi Perlindungan Gender dan Inklusi yang digagas oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan. Orientasi yang bertujuan memperkuat layanan bermartabat ini diselenggarakan di Balai Desa Bukek, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, pada Jumat hingga Minggu (1-3/11/2024).
Wakil Kepala Markas PMI Pamekasan, Yulianto Prayitno, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pengurus, staf, dan relawan dari sejumlah lembaga pendidikan di Pamekasan, termasuk KSR Unit Perguruan Tinggi.
“Orientasi ini mengajak para relawan memahami isu gender dan inklusi untuk meningkatkan kualitas layanan bermartabat,” ujar Yulianto pada Selasa (5/11/2024).
Selama tiga hari, para peserta menerima berbagai materi penting terkait perlindungan gender dan inklusi, yang mencakup kekerasan berbasis gender, pelibatan masyarakat, akuntabilitas dan umpan balik, etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas, hingga partisipasi dan keselamatan.
“Materi yang diberikan ini diharapkan menjadi dasar dan panduan bagi para relawan untuk lebih tanggap terhadap persoalan sosial di masyarakat,” tambah Yulianto. Selain itu, peserta juga dibekali dengan pemahaman mengenai analisis konteks Perlindungan Gender Inklusi (PGI), pendekatan PGI, dan prosedur keselamatan (security briefing).
Yulianto menambahkan bahwa orientasi ini juga sebagai tindak lanjut program dari PMI Provinsi Jawa Timur. “Kami berharap agar orientasi ini membantu para relawan lebih peka terhadap isu gender dan inklusi serta menerapkannya di lingkungan sekitar mereka,” tutup Yulianto. [pin/beq]






