Pamekasan (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, distribusikan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak longsor di Desa Sana Dhaja, Kecamatan Pasean, Pamekasan, Minggu (1/2/2026). Langkah tersebut merupakan respon kemanusiaan untuk meringankan beban masyarakat terdampak akibat musibah tanah gerak di wilayah setempat.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh jajaran pengurus PMI Pamekasan, bagi masyarakat terdampak di tenda darurat pengungsian di wilayah setempat, terlebih saat ini sebagian masyarakat terdampak masih menempati tenda darurat yang disiapkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
“Pendistribusian logistik ini merupakan bagian dari komitmen PMI untuk selalu hadir di tengah masyarakat khususnya mereka yang tertimpa bencana. Selain bantuan fisik, tim di lapangan juga melakukan asesmen lanjutan untuk memantau potensi longsor susulan mengingat intensitas hujan relatif masih tinggi khususnya di wilayah utara,” kata Ketua PMI Pamekasan, Sigit Priyono melalui Sekretaris Hairul Saleh.
Selain itu, jenis bantuan diprioritaskan pada aspek kebutuhan dasar bagi warga terdampak longsor. “Bantuan yang kita distribusikan di antaranya 48 unit selimut, 25 unit matras, 16 family kid, serta beberapa perlengkapan pribadi untuk kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.
“Memang bantuan ini belum terbilang belum seberapa, tetapi kami selalu berharap dapat memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi korban terdampak bencana longsor. Semoga mereka selalu diberikan ketabahan dan dapat segera bangkit,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan PMI Pamekasan terdiri dari Wakil Ketua, Wakil Ketua, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Sekretaris, Bendahara, sejumlah staf serta beberapa relawan di lingkungan organisasi kemanusiaan yang beralamat di Jl Raya Panglegur KM 3 Pamekasan.
Untuk diketahui, bencana tanah longsor yang dipicu hujan deras melanda Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Pamekasan sejak Sabtu (17/1/2026). Trjadi di beberapa dusun seperti Paseset Timur, Bharak Gunung, dan Laok Gunung, menyebabkan kerusakan rumah warga serta aktivitas masyarakat terganggu.
Bencana tanah gerak tersebut mengakibatkan sebanyak 64 jiwa dari total 16 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Bahkan sebagian di antara mereka terpaksa mengungsi di tenda darurat milik Brimob dan BPBD Pamekasan.
Selain itu, bencana longsor tersebut juga mengakibatkan akses jalan antar desa di Dusun Laok Gunung, Sana Dhaja, Pasean, Pamekasan, terputus. Berawal dari longsor pada titik palengsengan di desa setempat, namun longsor semakin meluas hingga sekitar 50 meter panjang longsoran dengan lebar longsoran sekitar 40 meter dan menutup akses jalan antar desa. [pin/ted]






