Jember (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia menurunkan tim untuk menormalisasi sumur-sumur milik warga di Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Rabu (26/1/2022). Sumur-sumur itu sempat terendam banjir, Selasa malam kemarin.
Menurut informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, ada empat desa di Kecamatan Mayang dan Pakusari yang terdampak banjir akibat luapan sungai dan saluran irigasi yang tak mampu menampung debit air. Air meluap ke pemukiman dengan ketinggian air antara 30-50 centimeter.
[berita-terkait number=”5″ tag=”PMI”]
“Kejadiannya sekitar jam setengah enam sore dan air surut pada pukul setengah sembilan malam. Rumah dan sumur terendam banjir. Air masuk ke dalam rumah dan dapur. Saya sempat mengungsi,” kata Aguk Suhartono, warga RT 03 RW 18, Dusun Krajan, Desa Mayang, Kecamatan Mayang.
Tercemarnya sumur membuat air di sana tak bisa digunakan warga sebelum dinormalisasi. Sumur dikuras agar mata air dalam sumur tidak tersumbat oleh lumpur yang dibawa banjir. “Tim wash terdiri atas 12 personel mengerjakan 7 sumur,” kata Rupiyanto, Kepala Markas PMI Jember. Jumlah ini bisa berkembang sesuai permintaan warga. [wir/kun]






