Gresik (beritajatim.com) – Musim kemarau berkepanjangan berdampak pada sumber air serta sumur milik warga. Imbasnya banyak daerah kekeringan. Berdasarkan data Palang Merah Indonesia (PMI) Jatim, saat ini ada 16 kabupaten/kota mengalami kesulitan air bersih. Hal ini mendorong PMI melakukan dropping air ke sejumlah daerah.
Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo menuturkan, selama musim kemarau instansinya mengerahkan 15 unit truk Tanki air yang disebar ke daerah yang mengalami kesulitan air bersih. Khususnya, di daerah pedesaan, dan pegunungan.
“Kami sudah memetakan 16 daerah kabupaten atau kota di Provinsi Jawa Timur yang mengalami kekeringan. Satu truk tanki air bisa melakukan dropping tiga kali bekerjasama dengan pemerintah daerah yang membutuhkan,” tuturnya usai memilih upacara HUT PMI ke 78 di Gresik, Selasa (19/09/2023).
Mantan Gubernur Jawa Timur itu menambahkan, dari 16 kota/kabupaten yang telah dipetakan. Salah satunya adalah Kabupaten Malang, dan Gresik. Dua daerah ini oleh PMI Jatim telah dilakukan dropping air bersih. “Saya mencontohkan di Kabupaten Malang bagian selatan, dimana ada 600 kepala keluarga sangat membutuhkan air bersih dan sudah dikirim kesana,” imbuhnya.
Imam Utomo juga mengatakan, kedepannya untuk mengatasi kekeringan ini. Dirinya menghimbau kepada kepala daerah memantau sumber air tersedia. Hal ini dilakukan supaya masyarakat tidak sudah mendapatkan air bersih. “Sumber air harus tetap dipantau supaya saat memasuki musim kemarau kebutuhannya apa cukup memenuhi kebutuhan warga,” katanya.
Musim kemarau yang berkepanjangan ini lanjut dia, diperkirakan akan terus berlanjut hingga bulan Oktober. Untuk itu, dirinya sudah memerintahkan jajaran PMI untuk terus membantu warga yang kekurangan air bersih. “Masih banyak yang meminta bantuan. Ini harus dimonitor mengingat sampai akhir bulan depan masih ada kekeringan,” pungkasnya.
Adapun 16 kabupaten/kota yang mengalami kekeringan diantaranya, Kabupaten Bojonegoro, Jombang, Lamongan, Ngawi, Bangkalan, Sampang, Bondowoso, Malang, Gresik, Pamekasan, Sumenep, Probolinggo, Kabupaten Banyuwangi, Tulungagung, Mojokerto, dan Kabupaten Jember. [dny/kun]
BACA JUGA: PT Freeport Indonesia Gelar Rembuk Akur dengan Masyarakat Gresik






