Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengalokasikan Rp 40,35 miliar dalam Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) 2021 untuk belanja tidak terduga (BTT). Nominal ini naik 92,17 persen dibandingkan alokasi pada APBD awal.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera mengingatkan Pemkab Jember agar benar-benar terukur dalam menggunakan anggaran BTT ini. “Kami tidak ingin pemkab menggunakan dana tersebut serba kaget dan mendadak, meskipun dana ini disiapkan untuk hal itu,” kata Mashuri Harianto, juru bicara Fraksi PKS, dalam sidang paripurna pembacaan pandangan umum fraksi terhadap nota pengantar Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2021, di gedung DPRD Jember, Sabtu (9/10/2021).
Menurut Mashuri, Pemkab Jember harus bisa memprediksi penggunaan anggaran ini hingga akhir tahun dengan lebih matang. “Utamanya dalam mendukung pemberantasan Covid-19 beserta dampak ikutan dan belanja persiapan menghadapi musim hujan. Terutama belanja persiapan hal emergency dan logistik bagi masyarakat sehingga penggunaan anggaran ini bisa maksimal,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”dprd-jember”]
PKS juga berharap besar belanja bantuan sosial Pemkab Jember dapat menyentuh pihak-pihak kalangan bawah yang terdampak covid, namun tidak masuk data pemerintah pusat dan daerah sebelumnya. “Dalam upaya optimalisasi dan mengefektifkan belanja modal, pemkab harus memastikan anggaran yang dikeluarkan berkaitan langsung dengan roda ekonomi masyarakat Jember dengan fokus belanja kepada pengusaha, usaha mikro kecil menengah, dan pebisnis putra daerah. Utamanya dalam rangka percepatan pertumbuhan ekonomi Jember yang terkontraksi akibat Covid,” kata Mashuri.
Sejalan dengan itu, David Handoko Seto, juru bicara Fraksi Partai Nasional Demokrat, meminta kepada semua pemangku kepentingan untuk kembali berjuang menuhu Normal Baru. “Refocusing anggaran untuk penanganan Pandemi COVID-19 harus digerakkan dengan cepat, terukur, tepat sasaran dan terus terinovasi baik dalam hal kebijakan dan kewenangan. Dengan demikian, pemulihan kondisi di semua lini dapat segera terealisasi dari pandemi menjadi endemi, termasuk meminta kepada masyarakat umum untuk menjalankan prokes ketat dan tidak euforia,” katanya. [wir/ted]






