Jember (beritajatim.com) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) percaya diri bakal membalik hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) yang melemparkan partai itu dari daftar pemilik kursi di DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Berdasarkan survei ARCI terhadap 831 orang responden pada 7-25 Maret 2023, elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera hanya 4.51 persen. Kalah dari Partai Amanat Nasional dan Perindo. Bahkan PKS diperhitungkan tak akan memiliki wakil di parlemen.
Ketua Fraksi PKS di DPRD Jember, Achmad Dhafir Syah, menyebut hasil survei ARCI bakal menjadi cambuk bagi kader. “Alhamdulillah, inilah yang memang kami tunggu. Suntikan semangat militansi kami justru bisa sepuluh kali lipat,” katanya, Sabtu (8/4/2023).
Menurut Dhafir, PKS selalu bisa membalikkan hasil survei. “Pada 2019, tak ada satupun yang menempatkan PKS lolos parliamentary threshold empat persen di senayan. Tapi alhamdulillah kami mendapat 8,2 persen suara, sedikit di bawah Nasdem dan Demokrat,” katanya.
PKS Jember menargetkan perolehan 7-8 kursi di DPRD Jember. Saat ini PKS Jember memiliki enam kursi. “Artinya ada minimal satu kursi di masing-masing daerah pemilihan. Kalaupun ada yang bisa dua kursi, itu bonus dari rakyat bila Allah meridai,” kata Dhafir.
PKS punya modal sebagai partai kader. “Semakin tidak diperhitungkan, justru menjadi keuntungan besar bagi kami untuk menggedor mesin partai dan tim sukses anggota legislatif. InsyaAllah, kami akan jadikan semua survei terhadap PKS berbanding terbalik dengan apa yang mereka prediksikan,” kata Dhafir. [wir]






