Mojokerto (beritajatim.com) – Pita warna-warni hingga centong nasi dijadikan penanda koper CJH (Calon Jemaah Haji) Kabupaten Mjokerto. Koper dengan aneka tanda unik dikumpulkan oleh ratusan CJH ke aula kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Selasa (20/6/2023). Ini merupakan hari terakhir penyerahan koper sebelum keberangkatan ke tanah suci.
Menariknya, ratusan koper CJH ini memiliki tanda-tanda unik. Seperti boneka, tanda pangkat, pita warna-warni, boneka gembok hingga centong nasi. Tanda-tanda unik tersebut disematkan di koper masing-masing untuk mempermudah bagi jemaah mencari koper mereka.
Kepala Kemenag Kabupaten Mojokerto, Muttakim mengatakan, pihaknya sudah mengirim surat pemberitahuan kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dan jamaah mandiri baik lewat Kantor Urusan Agama (KUA) maupun langsung kepada koordinasi KBIH. “Bawasannya kita sepakati, penyerahan koper terakhir hari ini,” ungkapnya.
Pihaknya membuka penyerahan koper haji mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Pihaknya masih memberikan kelonggaran kepada CJH untuk menyelesaikan administrasi koper, namun tetap terakhir penyerahan koper haji pada, Selasa (20/6/2023).
“Ini kreatifitas masing-masing untuk memudahkan mengenali kopernya. Bisa dibayangkan, sekitar 1 ribu lebih ini koper sama, penampakannya sama, bajunya sama Merah Putih. Kalau mereka tidak bikin kreteria khusus yang mereka sendiri ada kata kuncinya sulit untuk mengenali,” katanya.
Masih kata Muttakim, maksimal berat koper CJH yakni 20 kg dan petugas Kemang Kabupaten Mojokerto sudah menyiapkan dua timbangan. Pihaknya sudah mengingatkan agar kepada CJH untuk tidak membawa barang bawaan melebih batas maksimal yakni 20 kg.
BACA JUGA:
Bupati Mojokerto Beri Pesan Khusus untuk Calon Jemaah Haji
“Jangan sampai bawa lebih 20 kg, bisa pasti kita akan buka. Sebab nanti begitu ini kita timbang, masuk asrama haji di sana masih ditimbang lagi dan di sana lebih ketat. Tidak ada ampun, begitu lebih ambil. Nah ini problemnya di sana masing-masing jamaah haji tidak ada yang ngikutin kan otomatis kesulitan,” katanya.
Koper tersebut, lanjut Muttakim, akan dikembalikan. Namun menurutnya hingga pukul 15.00 WIB, dari ratusan koper CJH yang masuk ke aula Kemenag Kabupaten Mojokerto tidak ada yang melebihi 20 kg. Kuota haji Kabupaten Mojokerto tahun sebelumnya sudah banyak dipanggil tapi belum melunasi.
“Untuk tahun ini, sekitar 1.137 CJH dan mungkin itu sudah termasuk tambahan kuota yang kita berangkatkan awal kemarin yang kita gabungkan dengan beberapa kloter sebelumnya dan itu memang itu untuk mengisi kekosongan atau open seat pesawat yang akan berangkat,” jelasnya.
BACA JUGA:
CJH Kabupaten Mojokerto Kloter Terakhir Keberangkatan ke Tanah Suci
CJH asal Kabupaten Mojokerto akan berangkat pada, Rabu (21/6/2023) dan Kamis (22/6/2023). Kloter 81, 82 dan 83 berangkat pada Rabu (21/6/2023) pukul 15.00 WIB dan masuk asrama haji pada pukul 19.00 WIB, sementara kloter 84 akan berangkat pada, Kamis (22/6/2023).
“Kloter 81, 82 begitu sampai sana langsung masuk asrama haji, yang kloter 83 untuk memenuhi jam jatah masuk asrama haji sementara kita transitkan di Masjid Al Akbar Surabaya,” tegasnya. [tin/suf]
![Pita Warna-warni hingga Centong Nasi Jadi Penanda Koper CJH Kabupaten Mojokerto Petugas memeriksa koper CJH di aula Kantor Kemenag Kabupaten Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG-20230620-WA0063_QTPpCUO37x-1024x576.jpeg)





