Lamongan (beritajatim.com) – Pesta demokrasi tingkat desa di Kabupaten Lamongan sebentar lagi bakal digelar. Sebanyak 61 desa se-Lamongan bakal mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2022 tersebut.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Lamongan Muhammad Zamroni mengatakan, ada 135.236 warga Lamongan di 61 desa yang sudah ditetapkan untuk masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkades.
Ia juga memastikan bahwa tahapan Pilkades untuk menetapkan DPT Pilkades serentak di Lamongan ini sudah final. Ia menyebut, sebelumnya tahapan itu telah didahului dengan penetapan Daftar Pemilih Sementara dan dilanjutkan dengan Daftar Pemilih Tambahan.
“Terdapat 61 desa yang akan menyelenggarakan Pilkades, dengan jumlah pemilih yang masuk dalam DPT sebanyak 135.236 pemilih,” ujar Muhammad Zamroni saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (31/5/2022).
Zamroni menambahkan, dari 61 desa yang mengikuti Pilkades serentak ini, diketahui Desa/Kecamatan Paciran merupakan desa dengan jumlah pemilih terbanyak, yakni total 11.757 pemilih.
Sedangkan, imbuh Zamroni, jumlah pemilih paling sedikit adalah Desa Gambuhan, Kecamatan Kalitengah yang jumlah pemilihnya hanya 623 orang.
“Jumlah DPT Pilkades serentak terbanyak ada di Desa/Kecamatan Paciran dan yang paling sedikit di Desa Gambuhan, Kecamatan Kalitengah,” terangnya.
Lebih lanjut Zamroni mengungkapkan bahwa awalnya Pilkades serentak ini akan digelar di 62 desa dari 27 kecamatan yang ada di Lamongan. Namun ada 1 desa yang dinyatakan tidak bisa mengikuti gelaran Pilkades serentak karena sesuatu hal.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pilkades-lamongan”]
“Ada 1 desa yang tidak bisa mengikuti Pilkades serentak karena ada suatu alasan. Desa tersebut adalah Desa Karangwedoro, Kecamatan Turi, Lamongan,” tambahnya.
Terakhir, Zamroni menegaskan, jadwal pelaksanaan Pilkades serentak ini ditetapkan pada tanggal 26 Juni 2022, hanya bisa dilakukan serentak. Oleh sebab itu, ia berharap pesta demokrasi ini bisa berjalan dengan lancar dan aman.
“Karena desa cukup kooperatif sehingga memudahkan koordinasi. Selain itu, pihak kecamatan bekerjasama dengan muspika kecamatan juga membantu dalam menjaga keamanan dan kenyamanan Pilkades,” pungkasnya. [riq/but]






