Surabaya (beritajatim.com) – Bagi penggemar film anime pasti tahu dengan sosok karakter menggemaskan dari Jepang, yakni Pikachu.
Akan tetapi, kali ini tidak akan membahas tentang Pikachu karakter pokemon, melainkan hewan yang memiliki nama pika, hampir mirip bukan?
Memiliki tubuh mungil dan imut, siapa pun pasti mengira jika hewan satu ini sejenis dengan marmut atau hamster. Namun, ternyata hewan ini berkerabat dekat dengan kelinci, lho.
Tak hanya itu, Pika kecil ini sempat dianggap punah selama 20 tahun. Akan tetapi, akhirnya ditemukan kembali oleh Weidong Li pada tahun 1983 di pegunungan Tinashian, daerah Barat Laut Tiongkok.
Nah kenali yuk beberapa fakta seputar pika, hewan imut yang sempat terancam punah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”wisata”]
1. Mirip Marmot, Tapi Bukan Jenis Hewan Pengerat
Biarpun tidak bertelinga panjang, pika tergolong dalam ordo Lagomorpha bersama kelinci dan terwelu. Lantaran pika merupakan herbivora dan memiliki empat gigi seri seperti kelinci. Sementara hewan pengerat cenderung omnivora dan memiliki dua gigi seri
2. Tahan Terhadap Iklim Dingin
Diinformasikan Animals Network, sebagian besar dari mereka menyukai hidup di wilayah ketinggian sehingga telah beradaptasi dengan cuaca dingin.
Jadi saat di iklim hangat atau panas, hidup mereka bisa terancam dan berdampak buruk bagi keselamatan mereka jika terjadi perubahan iklim.
3. Hidup di Iklim Dingin, Tapi Tidak Hibernasi
Meskipun hidup di wilayah beriklim dingin, namun hewan ini tidak melakukan hibernasi saat musim dingin.
Mereka bertahan hidup dengan menyimpan banyak makanan di dalam sarang, dan mulai mengumpulkan rerumputan sejak musim panas atau dikeringkan di bawah matahari sebelum disimpan untuk menghadapi musim dingin.
4. Anggota Terkecil di Ordo Lagomorpha
Memiliki bobot antara 150 – 200 gram dan panjang 15 cm, salah satu mamalia ini menjadi anggota terkecil di dalam ordo Lagomorpha.
5. Makan Kotorannya Sendiri
Pika memiliki kemiripan dengan kelinci, sebab mereka sama saat memproses makanan yakni dengan memakan kotorannya sendiri. Hal ini disinyalir karena kotoran berwarna hijau itu terdapat nutrisi tinggi, sebab terdiri dari tanaman atau tumbuh – tumbuhan. (frs/nap)






